BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Musrenbang tingkat Kecamatan Batam Kota di Graha Pena Hall, kemarin.
Amsakar menegaskan, agar setiap usulan pembangunan selaras dengan kemampuan keuangan daerah.
“Skala prioritas menjadi kunci utama dalam pembangunan karena anggaran kita terbatas,” kata Amsakar.
Ia memaparkan total usulan masyarakat mencapai angka Rp9 triliun, sedangkan APBD Batam hanya Rp4,29 triliun.
“Dahulukan kepentingan masyarakat luas seperti sekolah,” tegasnya di hadapan peserta.
Perencanaan pembangunan Batam menggunakan dua pendekatan, yakni aspirasi masyarakat (bottom-up) dan visi kepala daerah (top-down).
“Ini adalah ajang kompetisi usulan, kita harus cermat memilih program yang paling mendesak,” ujarnya mengingatkan.
Pemerintah terus menggesa pembangunan fisik di Batamkota, termasuk perbaikan jalan akses BNI menuju underpass.
“Jalan kawasan perkantoran, Kejaksaan, hingga Ocarina juga menjadi perhatian serius pemerintah saat ini,” sebut Amsakar.
Pihaknya menargetkan pembangunan jalan di kawasan Cikitsu dapat terhubung hingga ke SMA Negeri 3 Batam.
“Target kami dalam satu atau dua tahun ke depan jalan tersebut sudah tembus,” ucapnya optimistis.
Selain fisik, Pemko Batam konsisten menjalankan program prioritas seperti seragam gratis dan insentif bagi lansia.
“Kami juga siapkan pinjaman modal UMKM tanpa bunga hingga Rp20 juta bersama Bank BJB,” jelasnya.
Amsakar menutup arahannya dengan mengajak masyarakat bijak bermedia sosial dan menghindari narasi negatif.
“Mari jaga nama baik daerah dengan narasi membangun demi mewujudkan Batam Bandar Dunia Madani,” pungkasnya. (sih)





