BATAM (HAKA) – Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Masjid Agung Raja Hamidah.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga menyumbang hewan kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Li Claudia menyampaikan, momentum Idul Adha tahun ini harus menjadi pengingat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Batam.
Kantor Kementerian Agama Kota Batam mencatat, warga menyembelih 7.011 ekor hewan kurban di seluruh wilayah Batam karena antusiasme tinggi.
Jumlah fantastis tersebut meliputi 2.408 ekor sapi, dan 4.603 ekor kambing di berbagai masjid dan pemukiman warga.
“Saya berharap semangat berkurban menggerakkan persatuan,” ucap Li Claudia.
Ia mengimbau warga menjaga kebersihan dan ketertiban selama proses penyembelihan berlangsung.
Jika melihat data tahun lalu, total hewan kurban tahun ini melonjak signifikan daripada perayaan Idul Adha tahun 2025.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam mencatat masyarakat berkurban sebanyak 2.150 ekor sapi pada tahun lalu.
“Kelancaran jalur distribusi hewan ternak dari luar daerah membuat perayaan Idul Adha tahun ini terasa lebih semarak,” ucapnya.
Pihaknya memastikan, seluruh pasokan sapi dan kambing lolos proses karantina yang ketat sebelum masuk Batam.
Pemerintah belajar dari evaluasi tahun lalu, bahwa, pengawasan ketat kesehatan hewan kurban berhasil menekan risiko penyebaran penyakit kuku dan mulut.
Konsistensi regulasi ini, kata Li Claudia, membuat masyarakat merasa aman dan semakin percaya diri untuk berkurban setiap tahunnya.
Menurutnya, perayaan Idul Adha di Batam selalu memegang esensi penting sebagai penggerak roda ekonomi lokal, yaitu para peternak.
“Penjualan yang habis di berbagai titik penampungan hewan menjadi berkah tersendiri bagi peternak setiap tahunnya,” imbuhnya.
Melalui pelaksanaan yang tertib dan higienis, perayaan Idul Adha 1447 Hijriah ini membawa misi besar di luar ritual ibadah tahunan.
“Momentum ini mempererat solidaritas sosial, sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga Batam,” tukasnya. (sih)





