BINTAN (HAKA) – Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Lobam, memeriksa kesehatan jiwa 150 warga Kijang, Bintan Timur, akhir pekan lalu.
Direktur RSJKO, dr Asep Guntur Sapari, mengatakan, pihaknya melakukan srikining kesehatan warga, melalui kuosioner untuk mereka jawab secara umum.
Mereka akan mengisi lembaran pertanyaan itu, sesuai dengan suasana hati, pemikiran, perilaku, serta ingatan masing-masing warga tersebut.
Metode awal pemeriksaan itu, kata Asep, untuk mendeteksi dini potensi gangguan mental seseorang.
Sehingga, pihaknya mengidentifikasi tanda-tanda awal masalah kejiwaan agar segera ditangani, lebih lanjut.
“Apakah hasilnya ada yang depresi atau masih normal baik secara pikiran maupun perilaku,” tutur Asep, saat dihubungi hariankepri.com.
Asep menambahkan, jika ada yang mempunyai gangguan mental, maka pihaknya mengarahkan ke petugas Puskesmas terdekat untuk konseling kejiwaan.
“Psikolog akan memberikan pemahaman kepada pasien untuk mengatasi masalah emosional, perilaku serta depresi yang dihadapi,” imbuhnya.
Asep juga mengimbau kepada masyarakat Bintan di daerah terpencil untuk memanfaatkan layanan Mobile Mental Head Service (MMHS) RSJKO EHD Kepri.
Ia menyebut, manfaat layanan tersebut untuk mendeteksi dini kasus gangguan jiwa di masyarakat. Kemudian, mengedukasi secara promotif-preventif, intervensi krisis psikiatri di lapangan.
“Layanan MMHC RSJKO ini, untuk menjangkau warga yang ada di pelosok Bintan,” tuturnya.
Asep menambahkan, penyebab depresi seseorang secara umum adalah, faktor ekonomi terutama di dalam rumah tangga, dan banyak depresi kalangan ibu-ibu rumah tangga tentang pekerjaan.
“Ada juga anak-anak remaja karena perundungan dari teman-temannya di sekolah,” tutupnya. (rul)





