BINTAN (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengumumkan langkah strategis, untuk memperkuat sumber daya manusia sektor kesehatan pada tahun 2026.
“Kami ingin mencetak dokter-dokter terbaik asal Kepri agar mereka kembali mengabdi untuk masyarakat,” tegasnya.
Pemprov Kepri berencana menyekolahkan 58 dokter spesialis, dan subspesialis, guna memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah.
“Pemerintah tidak membiarkan adanya ketimpangan layanan kesehatan antarwilayah di seluruh Provinsi Kepri,” imbuhnya.
Setiap dokter nantinya, menerima dukungan dana pendidikan sebesar Rp200 juta per tahun dari anggaran pemerintah provinsi.
“Warga yang tinggal di pulau-pulau terluar berhak mendapatkan kualitas layanan kesehatan yang sama baiknya,” ucap Ansar.
Kebijakan strategis ini, bertujuan menunjang peningkatan kapasitas rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten dan kota.
“Kesehatan masyarakat mencakup banyak aspek, sehingga kita harus melindungi masa depan generasi muda Kepri,” tuturnya.
Program beasiswa ini, menjadi jawaban nyata atas tantangan kurangnya dokter spesialis di wilayah kepulauan Kepri.
“Semoga upaya ini mampu memperkuat seluruh sistem kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutupnya. (sih)





