TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemotongan TPP ASN Pemprov Kepri hanya berlaku sementara pada tahun 2026 mendatang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan, pemotongan itu merupakan buntut dana TKD dari pusat yang menurun pada tahun depan.
“Kita menyesuaikan sekitar 7,65 persen TPP ASN,” ujarnya, kepada hariankepri.com kemarin.
Ia menyatakan, sebagian besar anggaran TPP ASN akan mereka alihkan untuk para PPPK tahap I dan II.
“Langkah ini menjadi solusi kita di tengah keterbatasan APBD,” katanya.
Ia menganggap, penyesuaian TPP itu merupakan bentuk rasa kebersamaan para pegawai di lingkungan Pemprov Kepri.
“Kebijakan ini hanya sementara sampai PAD kita membaik. Kalau sudah, pasti TPP ASN kembali normal,” ucapnya.
Selain TPP ASN, Pemprov juga akan menghemat anggaran lainnya, terutama untuk perjalanan dinas.
“Bicara soal pemotongan TPP ASN, kita ini masih lebih kecil. Provinsi lain ada yang sampai 25 persen pemotongannya,” tambahnya.
Berita sebelumnya, Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyatakan, pemotongan TPP ASN itu karena adanya penambahan 6 ribu PPPK pada tahun 2025.
Saat media menanyakan jumlah penyesuaian dan penganggarannya cuma 12 bulan, Nyanyang menjawab dengan ragu.
“Pemotongannya sekitar 7 persenan,” singkatnya. (dim)





