TAHUN 2025 menjadi babak pembuktian bagi duet Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan rapor hijau dengan realisasi investasi kumulatif menembus Rp 48,90 triliun hingga akhir September 2025. Performa ekonomi gemilang sepanjang tahun 2025!.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, capaian ini berasal dari 27.762 proyek yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Angka fantastis tersebut menempatkan Kepri pada peringkat 11 nasional, serta menduduki peringkat 6 nasional untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA).
Keberhasilan ini tak lepas dari dominasi Kota Batam sebagai magnet investasi. Secara rinci, Batam menyumbang sekitar Rp 18,8 triliun untuk PMA dan Rp 15,03 triliun untuk PMDN.
Disamping itu, sektor industri logam dasar, gas, listrik, dan air menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi yang kini menyentuh 7,48 persen.
Dominasi KEK dan Modal Asing
Kepri kini memegang rekor sebagai provinsi dengan jumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbanyak di Indonesia. Oleh sebab itu, lima KEK strategis menjadi mesin utama yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Sejalan dengan hal tersebut, Singapura masih mendominasi investasi asing dengan suntikan dana Rp 8,78 triliun. Kemudian, disusul oleh Hong Kong, Amerika Serikat, dan Tiongkok.
Kota Batam menyerap investasi terbesar, selanjutnya diikuti Kabupaten Bintan dan Karimun sebagai zona ekonomi produktif.
Sebagai pasangan kepala daerah Provinsi Kepri, Ansar-Nyanyang menunjukkan taringnya dalam melobi pemerintah pusat.
Hasilnya, mereka sukses mengawal proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin) senilai Rp 16 triliun yang kini mulai menemui titik terang di landing point Kabil.
Sementara itu di Ibu Kota Tanjungpinang, wajah kota mulai bersolek. Dalam hal ini, Pemprov Kepri mengucurkan Rp 3,3 miliar untuk rehabilitasi delapan ruas jalan utama.
Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan drainase dan aspal di Jalan Brigjen Katamso demi mengantisipasi banjir tahunan.
Selain fisik, kepemimpinan duet ini meraih pengakuan nasional. Terbukti, Pemprov Kepri menyabet predikat terbaik kedua nasional, dalam inovasi pengelolaan kepegawaian pada November 2025.
Sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat mempermudah aliran dana APBN ke daerah. Nyanyang juga aktif mengawal peningkatan layanan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Tabib, agar mampu bersaing dengan fasilitas medis luar negeri.
Meskipun mencatatkan angka pertumbuhan fantastis, gaya kepemimpinan “Lanjutkan yang Ada” ini bukan tanpa celah. Isu ketimpangan pembangunan antar-pulau masih menjadi sorotan publik.
Mengingat fokus pembangunan yang masih berpusat di poros Batam-Bintan-Tanjungpinang menyisakan pekerjaan rumah di wilayah terpencil.
Akibatnya, masyarakat di pulau-pulau kecil seperti Natuna, Anambas, dan Lingga masih menantikan pemerataan ekonomi dan investasi.
Selain itu, peran Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura diharapkan lebih tajam dalam mengeksekusi kebijakan ekonomi kerakyatan.
Oleh karena itu, publik menanti gebrakan nyata untuk menekan angka kemiskinan di wilayah pesisir yang belum tersentuh industri besar.
Tahun 2025 menjadi bukti keberhasilan konsolidasi birokrasi dan investasi. Namun, pasangan Ansar-Nyanyang harus bekerja ekstra keras agar kilau Rp 48,90 triliun investasi tersebut dapat dirasakan hingga ke pelosok Kepulauan Riau. (redaksi)
Ansar-Nyanyang di 2025:
Perkotaan Sukses, Pulau Jadi PR
Refleksi Capaian Investasi & Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau
Total Realisasi Investasi
Rp 48,90 T
Periode Jan – Sept 2025
Pertumbuhan Ekonomi
7,48%
Sektor KEK & Industri
Top Negara Investor (PMA)
Singapura
Rp 8,78 T
Hong Kong
Rp 1,27 T
USA
Rp 0,57 T
Peringkat Nasional
#6
#11
Update Infrastruktur 2025
Jembatan Batam-Bintan
Dukungan Komisi V DPR RI mantap. Progres landing point Kabil.
Jalan Ibu Kota
Rehabilitasi 8 ruas jalan Tanjungpinang.
Konektivitas Pulau
PR Besar: Blank spot & listrik di Natuna, Anambas, Lingga.
Fasilitas Kesehatan
Penambahan ruang Poliklinik & Layanan Spesialis RSUD RAT.
Sumber: Kementerian Investasi/BKPM & DPMPTSP Kepri (Sept 2025)




