BATAM (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengajak PWI Kepri menggali sejarah dan budaya Pulau Penyengat.
Ajakan itu disampaikan saat Ansar bersilaturahmi dengan pengurus PWI Kepri di Graha PWI Kepri, Batam, Sabtu (3/10/2026).
Pemprov Kepri dan PWI Kepri sepakat mengangkat kekayaan sejarah, budaya, serta literasi Pulau Penyengat melalui karya jurnalistik.
“Ini hanya miskomunikasi. Saya tidak pernah bermaksud mengabaikan rekan-rekan wartawan,” kata Ansar.
Ansar juga meminta Sekda Kepri, menyelesaikan persoalan yang sempat menimbulkan miskomunikasi antara Pemprov Kepri dan PWI Kepri.
Menurut Ansar, pemerintah daerah membutuhkan dukungan media untuk menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.
Ia juga meminta seluruh OPD membuka ruang kolaborasi dan menerima masukan konstruktif dari insan pers.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menyambut baik pertemuan tersebut sebagai momentum memperkuat kerja sama untuk kemajuan Kepri.
Saibansah mengusulkan kunjungan khusus wartawan ke Pulau Penyengat untuk menggali jejak sejarah, tradisi keilmuan, dan warisan sastra Raja Ali Haji.
Para wartawan nantinya mengolah hasil kunjungan tersebut menjadi liputan mendalam atau feature tentang Pulau Penyengat.
“Liputan itu nantinya kami kumpulkan dan terbitkan dalam bentuk buku,” ujar Saibansah.
Dewan Pakar PWI Kepri, Ramon Damora, turut mengusulkan gerakan literasi digital menyambut 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Ramon mendorong pengumpulan 100 karya dari masyarakat, jurnalis, seniman, dan pelajar untuk memperkaya arsip digital daerah.
Ansar menyambut seluruh gagasan tersebut. Pemprov Kepri siap memfasilitasi kegiatan liputan dan menyediakan sarana penginapan di Pulau Penyengat. (sha)




