TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad, mengapresiasi tingginya kerukunan umat beragama di Provinsi Kepulauan Riau.
“Data menunjukkan, harmoni kehidupan antarumat beragama tahun 2025 sangat bagus,” ucap Ansar kepada hariakepri.com, kemarin.
Ia menjelaskan bahwa, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri mencapai angka 83,68.
“Capaian ini mencakup nilai toleransi sebesar 88,34 yang sangat memuaskan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat di Kepri juga menunjukkan nilai kebersamaan sebesar 82,65 dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, nilai kesetaraan hak beragama mencatat angka sebesar 80,68.
“Nilai ini menempatkan Kepri dalam kategori tinggi. Data itu mencerminkan kondisi sosial yang harmonis serta inklusif,” kata Ansar.
Kepri secara konsisten menduduki peringkat TOP 5 Provinsi Terukun se-Indonesia hingga 2025. Prestasi luar biasa ini bertahan selama empat tahun berturut-turut.
Di Pulau Sumatera, Kepri menempati peringkat ke-3 dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama. Hal ini membuktikan kualitas toleransi masyarakat Kepulauan Riau sangat terjaga.
Ansar menyebut Kepri berada di klaster atas nasional bersama Sulawesi Utara dan Papua. Provinsi ini bersaing ketat dengan Bangka Belitung serta Sumatera Barat.
“Capaian ini membuktikan keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama,” tegas Ansar.
Menurutnya, masyarakat berperan aktif menjaga dialog lintas iman setiap waktu. Pemerintah juga menjamin kesetaraan hak beragama bagi seluruh warga.
Gubernur Ansar berkomitmen memperkuat harmoni, demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Stabilitas sosial menjadi kunci utama dalam menarik investasi ke Kepri.
“Semoga kerukunan ini terus terjaga selamanya di Bumi Segantang Lada,” pungkas Ansar. (fik)





