TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri mencatat, Kabupaten Lingga masih menjadi sorotan terkait tren kemiskinan tahun 2025.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menjelaskan, sepanjang tahun ini, tingkat kemiskinan Kabupaten Lingga berada di angka 9,99 persen.
“Kabupaten Lingga masih jadi PR buat kita,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Meski begitu, Nyanyang menyebut, Kabupaten Lingga telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 8 persen sejak tahun 2021.
“Sebelumnya tingkat kemiskinan Lingga itu dua digit,” tuturnya.
Untuk menekan tingginya angka kemiskinan, Pemprov akan mendatangkan lebih banyak investasi ke Kabupaten Lingga.
Selain itu, Pemprov juga akan mempercepat proyek strategis nasional (PSN) agrikultur sagu dan hilirisasi pasir silika.
“Ini langkah kita untuk membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.
Nyanyang optimis, peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kebijakan ini harus menciptakan efek domino yang positif bagi seluruh wilayah Provinsi Kepri,” lanjutnya.
Sementara itu, Pemprov juga melaporkan, tingkat kemiskinan Provinsi Kepri menjelang akhir tahun ini mencapai 4,4 persen.
“Kita turun 4 poin dari tahun 2024, sebelumnya itu 4,8 persen,” ucapnya.
Keberhasilan pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan, tidak terlepas dari upaya untuk menekan angka pengangguran.
“Kalau angka pengangguran turun, pastinya tingkat kemiskinan juga menurun,” tutupnya. (dim)





