25.5 C
Tanjung Pinang
Jumat, Mei 8, 2026
spot_img

Anggarkan Rp5 Miliar dari BTT, Pemprov Kepri Fokus Tuntaskan TBC Hingga 2030

TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri menetapkan eliminasi Tuberkulosis (TBC), sebagai salah satu program kesehatan prioritas.

Gubernur Ansar Ahmad menegaskan, langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo, yang menempatkan TBC dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai agenda strategis nasional.

“Ini instruksi Presiden. Semua kepala daerah turun langsung memastikan program berjalan baik,” ujar Ansar kemarin.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Kepri mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Anggaran ini untuk mendukung berbagai kegiatan eliminasi TBC di seluruh wilayah Kepri.

“Setelah konsultasi dengan Mendagri, boleh penggunaan BTT untuk program ini,” kata Ansar.

Gubernur Ansar memastikan, penanganan TBC akan menjadi fokus utama sektor kesehatan Kepri.

Selain itu, pemprov akan memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota agar target eliminasi TBC pada 2030 tercapai.

“Ini bukan sekadar program, tapi wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M. Bisri, menyampaikan, bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah penderita TBC terbesar kedua di dunia.

“TBC masih menjadi ancaman serius. Karena itu, kita di Kepri harus bekerja lebih keras agar target eliminasi 2030 tercapai,” ujar Bisri.

Pemprov Kepri, terus memperkuat deteksi dini melalui skrining aktif dan pasif. Teknologi medis seperti Tes Cepat Molekuler, pemeriksaan dahak, dan rontgen dada dimanfaatkan untuk mempercepat penemuan kasus.

September lalu, kata dia, kegiatan skrining aktif dengan X-ray portable di Bintan dan Tanjungpinang menjaring lebih dari 1.000 orang.

“Puluhan di antaranya terindikasi TBC. Kegiatan serupa juga digelar di Batam dengan melibatkan organisasi profesi dan masyarakat,” ungkapnya.

Meski Tim Percepatan Penanggulangan TBC telah ada sejak 2022, sejumlah tantangan masih muncul.

Baca Juga:  Banyak yang Naik Motor, Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Sepi Peminat

Antara lain keterbatasan cartridge TCM, minimnya mesin X-ray portable, dan peran kader TBC yang belum optimal.

“Tahun ini kita akan menambah 5.000 cartridge TCM, memperkuat kapasitas kader, serta mewajibkan skrining TBC bagi ASN dan tenaga kerja setiap enam bulan,” kata Bisri.(kar)

zulfikar
zulfikar
Redaktur Pelaksana. Mulai bergabung sebagai jurnalis di hariankepri.com sejak tahun 2017. Merupakan alumni Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UMRAH. Saat ini, selain aktif meliput isu-isu lokal dan nasional, juga tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru

' '