KRISIS air baku di Pulau Bintan, baik di Kota Tanjungpinang maupun Kabupaten Bintan, kian terhimpit oleh ekspansi perkebunan sawit.
Sekitar 5.000 hektare lahan sawit di Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya, kini diduga menjadi biang kerok menyusutnya debit air di Waduk Sungai Pulai.
Sifat tanaman sawit yang rakus air, serta ancaman sedimentasi akibat erosi lahan, perlahan mulai melumpuhkan kapasitas tampung waduk andalan warga tersebut.
Persoalan ternyata tak berhenti pada volume air. Seperti apa fakta sebenarnya, baca ulasan lengkapnya DI SINI!.
Penulis: Dimas





