25.7 C
Tanjung Pinang
Rabu, Desember 17, 2025
spot_img

AMSI Desak Pemerintah Tetapkan Peristiwa di Tiga Provinsi Sebagai Bencana Nasional

JAKARTA (HAKA) – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendesak Pemerintah Pusat bergerak cepat menangani bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami minta pemerintah mempertimbangkan peristiwa ini sebagai bencana nasional. Skala kerusakan bencana tergolong masif,” tegas Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika.

Ia menyebut, bencana dahsyat ini telah merenggut banyak korban jiwa. Setidaknya 303 orang meninggal dunia per Sabtu 29 November 2025.

“Jumlah korban hilang mencapai 279 orang.
Ribuan rumah rusak akibat bencana. Akses komunikasi dan transportasi terputus total di banyak titik,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Pusat mengambil langkah cepat dan terintegrasi. Penanganan darurat menjadi prioritas utama.

AMSI juga menyuarakan beberapa poin desakan kepada pemerintah, yaitu pemerintah harus segera membuka pusat komando di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pusat Komando ini memiliki otoritas penuh untuk menggerakkan semua unsur pemerintah,” tegasnya.

Kemudian, AMSI meminta pemerintah harus menurunkan tim terpadu dai BNPB, TNI, Polri, Basarnas, bertugas memulihkan infrastruktur kunci.

“Selanjutnya, prioritas utama tim adalah membuka akses jalan terputus dan memulihkan jaringan komunikasi lumpuh,” imbuhnya.

AMSI juga meminta agar penyaluran bantuan darurat harus dipercepat menggunakan angkutan udara. Banyak jalur darat terputus total.

“Pemerintah perlu memastikan data bencana terintegrasi lintas provinsi,” tegasnya.

AMSI menyoroti pemicu bencana ini, yang bukan murni akibat faktor alam semata. Terjadinya pengrusakan hutan dan deforestasi membuat area resapan menjadi kurang optimal.

“Selain itu banyak gelondongan kayu terseret arus banjir yang mengindikasikan adanya dugaan pembalakan liar,” tukasnya. (red)

spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru