BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkapkan, reformasi regulasi dan percepatan izin, menjadi kunci utama lonjakan investasi daerah yang mencapai Rp44,01 triliun.
​”Kami terus menyederhanakan pelayanan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
​Amsakar menjelaskan, pemerintah memangkas durasi pengurusan dokumen lingkungan, yang sebelumnya memakan waktu tahunan kini selesai rata-rata 38 hari saja.
​”Ekonomi Batam berjalan sangat baik dan investasi terus berkembang,” ujarnya.
​Ia bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, juga menerapkan pemantauan digital untuk mengawasi permohonan secara real-time.
​”Kami juga menerjunkan tim untuk mendampingi para pelaku usaha, sejak awal hingga seluruh proses terealisasi,” terangnya.
​Amsakar menegaskan posisi Batam, Singapura, dan Johor sebagai mitra pertumbuhan yang saling melengkapi dalam jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
​”Investor memilih Batam karena daya saing infrastruktur digital, lahan luas, ketersediaan air bersih, serta kepastian pasokan daya listrik,” tutur Amsakar. (fik)






