BATAM (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepri berupaya mengamankan stok beras, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, telah bertemu dengan jajaran Badan Pangan Nasional di Graha Kepri, Kamis (15/1/2026) kemarin.
Kegiatan itu mempertemukan pengusaha beras asal Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan para distributor lokal di Provinsi Kepri.
Nyanyang menegaskan, pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan pangan karena berdampak langsung pada ketahanan ekonomi.
Terlebih lagi, Provinsi Kepri merupakan wilayah kepulauan, dengan luas laut mencapai 98 persen.
“Kita bukan daerah penghasil, maka kita sangat bergantung pada pasokan dari luar seperti Pulau Jawa,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyebutkan, kerjasama dengan daerah penghasil harus terus berkelanjutan, agar harga di pasar tetap stabil.
“Kebutuhan beras kita ini mencapai 202 ribu ton per tahun, jadi harus berlanjut terus,” tuturnya.
Nyanyang menilai, angka kebutuhan tersebut mencakup konsumsi rumah tangga hingga sektor pariwisata yang kini kembali bergairah.
Menurutnya, jumlah konsumen beras di Kepri telah melonjak drastis, terutama saat tingginya kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.
“Konsumsi kita besar. Selain 2 juta warga tetap, ada jutaan wisatawan yang datang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nyanyang berharap para pelaku usaha segera meneken kontrak bisnis.
Ini menjadi solusi untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Apalagi menyambut perayaan Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Idul Fitri mendatang,” katanya.
Selain masalah pasokan, Wagub Nyanyang juga menyoroti pentingnya kelancaran transportasi laut.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mengawasi jalur distribusi antar pulau, agar tidak ada hambatan yang memicu inflasi pangan.
“Semoga kerja sama ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, sehingga stok tetap melimpah dan harga tetap terjangkau saat hari besar keagamaan nanti,” pungkasnya. (dim)





