Beranda Daerah Bintan

Alias Wello-Dalmasri Diserang Video Hoax, Tim ADA Minta Bawaslu Bertindak

0
Koordinator Humas dan Media ADA, Basok Ridwan-f/istimewa-koleksi pribadi

BINTAN (HAKA) – Jelang pencoblosan Pilkada 9 Desember 2020, paslon Bupati dan Wakil Bupati Bintan nomor urut 2, Alias Wello-Dalmasri (ADA) mulai diserang isu-isu fitnah serta hoax, yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Koordinator Humas dan Media Paslon nomor urut 2, Basok Ridwan mengecam kampanye negatif dan hoax tersebut, yang berniat menjatuhkan ADA.

Menurutnya, beredarnya video rekayasa berisi hoax itu dilakukan atas suruhan oknum tertentu dimulai sejak beberapa hari terakhir.

Ia menilai bahwa tuduhan negatif itu menunjukan ketakutan mereka terhadap Paslon nomor urut 2. Pasalnya, ADA semakin hari kian menguat posisinya di publik.

“Ini adalah bukti fitnah dan black campaign (kampanye hitam) terhadap Alias Wello – Dalmasri Syam (ADA),” tegasnya.

Basok meminta pihak terkait, seperti Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu, untuk menindaklanjuti fitnah serta black campaign itu.

“Tindakan tegas dari Bawaslu dan Gakkumdu, harus dilakukan, untuk meredam kemungkinan timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan,” saran Basok kepada pihak terkait.

Lebih jauh Basok memberikan saran kepada Bawaslu agar melaporkan video rekayasa yang beredar di media sosial ke pihak kepolisian.

“Video rekayasa berisi hoax dan fitnah itu sudah beredar luas di media sosial. Terkait hal itu, kami minta Bawaslu Bintan segera buat laporan secara resmi,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Basok juga mengimbau semua Timses ADA agar menahan diri untuk tidak emosi, serta menanggapi dengan santun.

“Fitnah, hoax, provokasi pun sudah bertebaran dimana-mana,” tutur Basok.

Hal ini menggambarkan, aura kemenangan ADA semakin terasa di depan mata. Semua itu, sambung Basok, justru semakin menguatkan dan bertambah dukungan warga ke Alias Wello – Dalmasri, mendekati hari H nanti.

Untuk itu, Basok menyerukan, ke Tim maupun simpatisan ADA agar mewaspadai serta memantau dengan ketat proses penghitungan suara di setiap TPS hingga ke tingkat PPK dan kabupaten ke depannya.

“Informasi yang kita peroleh, ada indikasi tertentu di sana. Jadi harus dipantau ketat sejak saat ini. Caranya, cari dan kenali siapa nama panitianya. Perhatikan juga latar belakangnya. Bukan karena tidak percaya tapi untuk kewaspadaan,” imbuhnya. (rul)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here