27.8 C
Tanjung Pinang
Jumat, Juli 17, 2026
spot_img

Aliansi Nelayan Bintan dan Lingga Bersatu Tolak Tambang

BINTAN (HAKA) – Aliansi Nelayan Pesisir Bintan, mengkhawatirkan munculnya gejolak sosial yang lebih besar, apabila pemerintah tidak menggubris tuntutan penolakan pengerukan pasir laut.

​Kekhawatiran tersebut mencuat, seiring adanya rencana kebijakan pusat terkait pembersihan hasil sedimentasi laut di sekitar perairan Bintan dan Lingga.

​Ketua Aliansi Nelayan Pesisir Bintan, Rudi Herdiawan menjelaskan, bahwa lokasi pengerukan pasir tersebut berada tepat di wilayah tangkap aktif nelayan lokal.

​Rudi mengkhawatirkan, potensi gesekan fisik antarkedua belah pihak di laut sulit menghindar apabila jalur audiensi birokrasi menemui jalan buntu.

​”Saya khawatir akan ada gejolak yang lebih, karena lokasi sedimentasi pasir berada tepat di wilayah nelayan,” ungkapnya.

​Pihak aliansi sangat tidak menginginkan terjadinya kondisi chaos, atau bentrokan fisik secara langsung antara nelayan dengan pihak korporasi.

“​Oleh karena itu, para nelayan terus berupaya menempuh jalur dialog resmi,” imbuhnya.

​Langkah penyampaian aspirasi tersebut bertujuan, agar pihak eksekutif maupun legislatif dapat segera hadir guna mengantisipasi konflik di lapangan.

​Rudi menegaskan, bahwa gerakan penolakan sedimentasi ini berjalan murni dari swadaya masyarakat tanpa keterlibatan organisasi nonpemerintah.

​Pihak aliansi nelayan hingga saat ini belum menggandeng ataupun menerima bantuan dari lembaga bantuan hukum maupun organisasi lingkungan luar.

​”Untuk saat ini dari pergerakan aliansi masyarakat nelayan Bintan dan Lingga murni gerakan dari masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

​Rudi tidak menampik, adanya pihak mengaku perwakilan Walhi sempat turun langsung, namun kehadiran mereka khusus mendampingi konflik di Pulau Poto. (sih)

Baca Juga:  Gelombang II Dibuka, SMAN 8 Tanjungpinang Siap Tampung Siswa Baru
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru