27.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

Alat Tangkap Nelayan Bintan Rusak Akibat Kapal Pengambil Sampel

TANJUNGPINANG (HAKA) – Ketua Aliansi Nelayan Pesisir Bintan, Rudi Herdiawan mendesak DKP Kepri, membatalkan penetapan lokasi prioritas proyek sedimentasi laut.

​”Hal ini bisa menimbulkan gejolak apabila pemerintah memaksakan buat proyek ini jalan,” kata Rudi.

​Ia menilai, DKP Kepri bertanggung jawab sebagai anggota tim teknis, penentu zonasi berdasarkan regulasi sedimentasi laut.

​”Gelombang penolakan dari masyarakat pesisir muncul, karena masuknya kapal besar milik korporasi untuk mengambil sampel material,” sebutnya.

​Operasional armada besar korporasi tersebut merusak alat tangkap pelaut tradisional, sehingga menimbulkan keresahan dan kerugian materi.

​”Hal itu membuat jaring nelayan putus dan rumpon nelayan hanyut,” tegas Rudi menceritakan keluhan masyarakat pesisir.

​Merespon masalah itu, Direktur Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berjanji mengevaluasi serta mengecek aktivitas survei perusahaan.

​”Direktur KKP berjanji mengecek perusahaan itu karena sampel sebenarnya tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (sih)

Baca Juga:  Distribusi Obat di Kepri Jadi Sorotan, Dinkes Lakukan Evaluasi
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru