BINTAN (HAKA) – Masyarakat Tambelan sulit untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalie dan pertamax selama dua pekan terakhir.
Yan, seorang warga Kecamatan Tambelan mengatakan, akibat terjadinya kelangkaan dua jenis BBM itu, memengaruhi kestabilan perekonomian masyarakat yang ada di 8 desa kelurahan.
Menurutnya, kondisi ini berdampak pada aktivitas penghasilan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Mereka butuh minyak untuk menggerakkan usaha mereka. Kalu tidak ada kan otomatis pendapatannya menurun,” tuturnya, Sabtu (13/9/2025).
Bukan hanya itu, kelangkaan BBM juga berdampak terhadap peningkatan pelayanan publik seperti proses belajar mengajar sekolah, dan pelayanan kesehatan di pulau-pulau yang ada di Tambelan.
“Karena minyak motor guru dan tenaga kesehatan tidak ada. Otomatis mereka harus berjalan kaki. Belum lagi tenaga pendidik yang menyeberang pulau,” tuturnya.
Yan menambahkan, ia bersama warga lainnya tidak tahu penyebab kelangkaan minyak pertalie dan pertamax di Tambelan. “Kami pun heran apa penyebab kelangkaan ini,” ucapnya.
Kendati demikian, stok minyak jenis solar di Tambelan masih ada. Sehingga, tidak memengaruhi aktivitas nelayan dan perikanan dalam melakukan penangkapan ikan di laut.
“Alhamdulillah, solar masih ada di Tambelan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekdakab Bintan Ronny Kartika, belum memberikan tanggapan apapun terkait permasalahan tersebut. (rul)





