BATAM (HAKA) – Kondisi akses jalan menuju SMKN 10 Batam, kini menjadi perhatian serius setelah sempat memicu keberatan dari masyarakat sekitar perumahan.
Warga membatasi jalan masuk menuju gedung sekolah, yang berlokasi di Perumahan Nongsa Asri tersebut.
Masyarakat mengambil langkah ini, karena khawatir mobilitas kendaraan menuju sekolah akan merusak parah kondisi jalan perumahan.
Kepala SMKN 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia menjelaskan, keluhan warga melalui perangkat RW, didasari oleh kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak.
“Warga membatasi jalan agar kondisi tidak makin parah dan menjaga anak-anak kecil yang bermain,” ujar Herlina, kemarin.
Ia menambahkan, sebenarnya terdapat akses jalan dari samping kawasan Podomoro, yang langsung menuju sekolah berdasarkan Penetapan Lokasi (PL).
Namun, masyarakat sudah membuat parit di jalur tersebut, sebagai saluran antisipasi banjir sehingga kendaraan tidak bisa melintas maksimal.
Pihak sekolah sangat mengharapkan solusi konkret dari Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan terkait kondisi ini.
“Kami mengharapkan bantuan untuk akses jalan ke sekolah dan perbaikan jalan perumahan,” jelasnya.
Herlina berharap, pemerintah membangun jalur khusus yang representatif dari jalan besar langsung menuju lokasi sekolah.
Selain masalah akses, SMKN 10 Batam juga menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) praktik bagi para siswa.
Pihak sekolah menyiasati hal ini, dengan mengajukan permohonan bantuan melalui aplikasi Takola.
“Kami mengajukan permohonan Bantuan Pemerintah untuk sarana praktik setelah mendapat rekomendasi dari Disdik Kepri,” pungkasnya. (sih)





