TANJUNGPINANG (HAKA) – Musim kemarau panjang, mulai mengganggu distribusi air bersih Perumda Air Minum Tirta Kepri kepada para pelanggan.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Kepri, Abdul Kholik Fajdawani menyebut, musim kemarau menyebabkan debit air waduk turun drastis.
“Kondisi ini menghambat optimalisasi pelayanan distribusi air kepada masyarakat,” ujar Abdul Kholik kepada hariankepri.com, kemarin.
Pihaknya kini sangat berharap, fenomena musim kemarau di wilayah Kepulauan Riau segera berakhir.
“Kami berharap kemarau segera berlalu,” ucapnya.
Sebagai solusi jangka panjang, ia merencanakan pemanfaatan Waduk Kawal untuk menambah suplai kebutuhan air baku bagi warga.
“Kami menargetkan waduk tersebut beroperasi pada tahun 2027 mendatang,” tambahnya.
Manajemen PDAM Tirta Kepri juga berencana berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk memantau prediksi curah hujan ke depan.
“Kami akan mengoordinasikan kondisi hujan dengan BMKG,” katanya.
Sejauh ini, Kholik melaporkan hanya Waduk Sei Pulai dan Kolong Enam Kijang yang masih memiliki kondisi produksi aman.
Kholik memaparkan, bahwa pihaknya mengelola empat waduk utama untuk melayani kebutuhan air pelanggan.
“Kami mengoperasikan empat waduk untuk wilayah Tanjungpinang, Kijang, dan Tanjung Uban,” ungkapnya.
Untuk wilayah Tanjungpinang, pasokan mengandalkan Waduk Sei Pulai serta Waduk Gesek.
Sementara itu, wilayah Kijang menggunakan Waduk Kolong Enam dan wilayah Tanjung Uban menggunakan Waduk Sei Jago. (sih)





