PIPA-pipa besi mulai menghujam dasar laut Teluk Bintan. Sejak September 2024 silam, konsorsium PT Moya Indonesia dan PT Tamaris Hydro, sibuk mengebor belasan titik untuk menyiapkan proyek Estuari Dam.
Alih-alih membawa kabar baik bagi ketersediaan air, aktivitas ini justru memicu kecemasan mendalam bagi warga pesisir, yang menggantungkan hidup dari laut.
Ketegangan memuncak saat warga mendengar selentingan, bahwa air baku dari bendungan ini alirannya hingga ke Batam dan Singapura.
Para nelayan di Kelurahan Tembeling Tanjung merasa terkhianati. Mereka melawan. Mereka khawatir ruang hidupnya dipagar beton, demi kepentingan ekspor. Sementara itu, nasib ratusan keramba ikan kerapu dan kakap di ambang kehancuran.
Seperti apa penolakan keras Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, dan masyarakat. Simak liputan mendalamnya DI SINI!.
Penulis: Masrun





