TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemko Tanjungpinang menyiapkan transformasi besar pelayanan publik lewat program Bima Sakti.
“Kartu Berbenah menjadi instrumen utama dalam penyaluran bantuan,” terang Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
Ia menjelaskan program ini mengintegrasikan data penerima manfaat ke basis digital. Sistem tersebut menggunakan Nomor Induk Kependudukan.
Lis berencana meluncurkan sistem integrasi layanan lintas sektor ini pada Agustus 2026 mendatang. Program ini bertujuan memudahkan seluruh urusan masyarakat.
“Kami menyatukan semua data. Cukup satu kartu untuk urusan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial,” ujar Lis, kemarin.
Kartu Berbenah bertujuan mempercepat birokrasi. Masyarakat tidak perlu lagi membawa surat pengantar berulang kali dari RT, RW, atau kantor kelurahan.
Petugas hanya perlu memindai kartu tersebut. Seluruh riwayat bantuan dan status ekonomi masyarakat akan langsung muncul pada sistem digital.
“Kami ingin mengurangi duplikasi data. Cara ini memastikan bantuan tepat sasaran dan mencegah adanya penerima bantuan ganda,” tegasnya.
Sementara itu, Sekdako Tanjungpinang, Zulhidayat, menyebut program ini melibatkan kolaborasi masif antar-OPD.
“Kami sedang menyiapkan aspek teknis dan regulasi. Dinsos bertugas melakukan verifikasi data sosial sebagai garda terdepan,” jelas Zulhidayat. (sih)





