Beranda Daerah Bintan

Ada Rekaman Apri Klaim Keterlibatan TNI/Polri, Danrem Brigjen Harnoto Angkat Bicara

0
Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Harnoto-f/istimewa-net

BINTAN (HAKA) – Pengacara Kondang, Johnson Panjaitan SH segera melayangkan surat secara resmi, untuk Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Aris Budiman, dan Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Harnoto.

Isi surat kepada pimpinan dua institusi itu, sambung Johnson Panjaitan, tentang dugaan Cabup Nomor 1 Apri Sujadi, yang telah mengklaim mendapat laporan dari unsur TNI/Polri di lapangan, terkait kegiatan paslon 2.

Persoalan itu, kata Johnson, sesuai bukti rekaman pernyataan petahana yang menyebut, telah memperoleh data dan informasi dari Kepolisian dan TNI, yakni bahwa ada aktivitas warga di luar Bintan untuk Paslon nomor urut 2 Alias Wello – Dalmasri (ADA).

“Saya segera minta klarifikasi ke Kapolda dan Danrem, atas klaim Cabup Bintan Apri Sujadi yang menyatakan mendapat data pergerakan Tim Pemenangan Paslon 02, dari kepolisian dan tentara,” kata Johnson dalam konferensi pers, Jumat (27/11/2020).

Pengacara yang sering tampil di layar kaca ILC TvOne ini mengutip, pernyataan Petahana dari informan Polisi dan Tentara, bahwa para pedagang yang setiap hari berjualan di wilayah Kabupaten Bintan adalah, bekerja untuk memenangkan Paslon nomor urut 2.

Menurut Johnson, klaim Apri menggunakan instrumen negara, yakni Kepolisian dan TNI itu, sangat berbahaya bagi perkembangan demokrasi. Sebab, aparatur negara tidak boleh memihak kepada siapapun di Pilkada.

Selain itu, Petahana Bupati Bintan tidak etis mengeluarkan statemen seperti itu ke publik.

“Yang jualan-jualan es, mainan anak-anak yang keliling-keliling itu, membawa misi nomor 2. Ini data sudah kami dapat dari kepolisian dan tentara,” sebut Apri dalam rekaman.

Di rumah makan itu lah, kata Johnson, Petahana Bupati Bintan Apri Sujadi, diduga kuat melakukan praktik uang (money politic) terhadap kelompok ormas maupun pengunjung.

Saat dimintai tanggapan terkait hal itu, Danrem 033/Wira Pratama, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Harnoto mengatakan, pihaknya akan mengecek Anggota TNI, yang memberikan informasi ke Apri Sujadi.

“Nanti, saya telusuri siapa anggota yang sering ngasih (berikan) info ke Pak Apri,” terang Harnoto saat dikonfirmasi hariankepri.com, Sabtu (28/11/2020).

Untuk memastikan pernyataan Apri, sesuai isi rekaman maka pihaknya akan menjumpai Petahana Bupati Bintan secara langsung.

“Benar atau tidak harus dibuktikan, karena Apri sudah ngomong dan ada rekamannya. Nanti kita tanya, ke Apri setelah masa kampanye selesai,” tutupnya. (rul)

Berikut bukti hasil rekaman pernyataan Petahana Bupati Bintan Apri Sujadi, menggunakan kepolisian dan tentara sebagai informan dia.

“Saya jujur, saya melihat sebuah tanda-tanda yang gak bagus terkait dengan masuknya orang-orang dari Pinang ke Bintan. Ini berdasarkan data dan fakta yang saya temukan. Ternyata sekarang, pola yang digunakan tim sukses. Ini saya bicara apa adanya, silahkan nanti dianalisa sendiri. Itu menggunakan banyak orang dari Tanjungpinang yang akan menjadi tim pemenangan dari. Khususnya yang dari Mantang. Saya cerita dulu, di Mantang, nanti perhatikan baik-baik. Itu yang jualan dari luar daerah, ini semua membawa misi tertentu, kita tahu kan. Jadi, ini terjadi juga di tempat kita di Kijang. Ini yang jualan-jualan es, jualan apa, macam-macam lah mainan anak-anak yang keliling-keliling itu. Ternyata membawa misi nomor 2. Ini saya jujur saja. Ini data ini sudah kami dapat dari kepolisian, dari tentara juga kami dapat. Artinya, ini memang sesuatu yang harus menjadi perhatian kita bersama. Model mainnya karena mungkin, dia melibatkan orang Tanjungpinang”.

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here