TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Sumbar, dan Kepri, Syartiwidya, memaparkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepri.
Berdasarkan data terbaru hingga 9 April 2026, program ini telah mencapai 90 persen, dan memberikan dampak luas, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun penyerapan tenaga kerja lokal.
Syartiwidya menyebutkan, saat ini terdapat 543.585 orang penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik dan non-peserta didik di seluruh wilayah Kepri.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, program MBG juga menjadi motor penggerak ekonomi karena berhasil menyerap sebanyak 9.601 tenaga kerja di berbagai sektor operasional.
“Program MBG ini bukan sekadar soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi solusi konkret untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga Kepri,” ujar Syartiwidya kepada hariankepri.com, kemarin.
Guna memastikan distribusi gizi berjalan optimal dan tepat sasaran, pihaknya menyiagakan sebanyak 223 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai titik.
Syartiwidya menegaskan, bahwa data per 9 April 2026 ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah kepulauan.
“Kami menyiagakan 223 unit SPPG untuk memastikan setiap paket gizi memenuhi standar kualitas saat sampai ke tangan penerima manfaat,” jelasnya.
Ia optimis angka penerima manfaat dan efektivitas program ini, akan terus meningkat seiring penguatan infrastruktur pelayanan gizi di kabupaten/kota lainnya.
Syartiwidya juga berharap tenaga kerja, satuan pelayanan, dan masyarakat dapat terus menjaga sinergi demi keberlangsungan program jangka panjang tersebut.
Dukungan data yang akurat menjadi landasan utama bagi KPPG dalam mengevaluasi serta mengembangkan unit-unit pelayanan baru di masa mendatang.
“Tujuan utama kita adalah menciptakan generasi Kepri yang sehat, cerdas, dan unggul melalui intervensi gizi yang konsisten dan terukur,” pungkasnya. (sih)





