TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri, memperkuat strategi promosi dan kemudahan perizinan guna menarik minat para pelaku usaha menanamkan modal di daerah.
“Promosi investasi saat ini tidak lagi hanya bergantung pada pameran konvensional,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri, Hasfarizal Handra.
​Pihaknya kini mengoptimalkan pemanfaatan media sosial, sektor pariwisata, serta memperkuat konektivitas dengan instansi terkait termasuk BKPM pusat.
​”Kami berupaya mendampingi seluruh proses perizinan dengan melibatkan OPD teknis,” ujar Hasfarizal, kemarin.
​Selain pendampingan perizinan, DPMPTSP Kepri juga terus bersinergi dengan administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Kepri.
​Hasfarizal mengungkapkan, saat ini Provinsi Kepri memiliki jumlah kawasan ekonomi khusus terbanyak di Indonesia, yaitu 14 KEK.
​Beberapa contoh kawasan tersebut di antaranya adalah KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa Digital Park, hingga KEK Galang Batang.
​Menurut Hasfarizal, keberadaan belasan KEK ini, sangat memanjakan para pelaku usaha karena menawarkan efisiensi birokrasi yang memotong waktu.
​Sebab, pelaku usaha dapat menyelesaikan seluruh proses administrasi dan perizinan usaha secara langsung melalui administrator KEK.
​”Tanpa perlu repot ke berbagai OPD atau pusat,” pungkasnya. (sih)






