BINTAN (HAKA) – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Desa Berakit, Teluk Sebong, untuk mencari nelayan yang hilang misterius.
Tim mengambil keputusan ini, setelah melakukan pencarian intensif selama tujuh hari sejak Senin (5/1/2026).
Hingga Senin (12/1/2026) siang, tim pencari belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan pria berusia 63 tahun tersebut.
Sekretaris BPBD Bintan Agus Ariyadi mengonfirmasi, bahwa pihaknya belum menemukan korban bernama Top, warga Kampung Panglong.
Petugas Basarnas, TNI-Polri, BPBD kabupaten maupun provinsi maupun unsur masyarakat lainnya telah memaksimalkan pencairan di sejumlah titik lokasi di wilayah perairan Desa Berakit selama sepekan terakhir.
“Maka sesuai standar operasional prosedur (SOP), tim gabungan menghentikan pencarian Top,” ucap Ariyadi, Senin (12/1/2026).
Respon keluarga korban pun menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Tim SAR, yang telah berupaya semaksimal pencairan Top.
“Istrinya masih berharap suaminya kembali, dan berkumpul bersama keluarga#,” tutur Ariyadi mengutip keterangan keluarga korban usai apel pembubaran tim di kampung tersebut.
Tim SAR Gabungan akan kembali melakukan evakuasi, apabila ada informasi valid keberadaan Top di perairan Bintan maupun daerah lainnya.
“Kalau ada warga yang temukan korban, segera laporkan ke RT/RW, Basarnas atau pemerintahan setempat,” sarannya.
Ariyadi menceritakan bahwa Top memulai aktivitasnya pada Senin (5/1/2026) lalu. Ia mendayung sampan miliknya ke arah hutan bakau untuk mencari kepiting.
Namun, rasa cemas mulai menyelimuti keluarga karena Top tak kunjung menginjakkan kaki di rumah hingga larut malam.
Keluarga dan warga sekitar sempat berinisiatif melakukan pencarian mandiri malam itu juga. Tapi, mereka hanya mendapati sampan dan alat tangkap milik korban terapung tanpa pemiliknya. (rul)





