BINTAN (HAKA) – Sekitar 20 pelajar di Kabupaten Bintan terindikasi positif memiliki kecenderungan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
“Mereka telah menjalani perawatan dan konseling intensif di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Lobam,” ucap Direktur RSJKO, dr Asep Guntur Sapari.
Ia mengatakan, seluruh pelajar menunjukkan perkembangan positif ke kesadaran, ketika melakukan terapi dan bimbingan psikologis.
“Sudah menunjukkan hasil yang baik setelah menjalani konseling tersebut,” tuturnya, saat dihubungi, Selasa (11/11/2025).
Namun kata dia, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap para pelajar itu, untuk mencegah penyakit itu kambuh masih kembali.
“Kami terus membimbing mereka, khawatirnya akan berulang lagi penyakit itu,” imbuhnya.
Asep menambahkan, tim rumah sakit terus memberikan treatment intensif agar pelajar kembali beradaptasi dengan lingkungan sekolah, dan menjalani kehidupan normal.
Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar para orang tua dapat berperan aktif untuk memantau kondisi mental anak-anak secara berkelanjutan.
Artinya, kata Asep, orangtua tidak mengabaikan anaknya, dengan alasan kesibukan pribadi dan kerjaan.
“Jangan karena alasan sibuk, lalu anak terlepas dari perhatian dan terkena pengaruh negatif,” pesannya.
Asep menerangkan, RSJKO siap memberikan ruang bagi para orangtua untuk berkonsultasi. Apabila mendapati perubahan perilaku anaknya ke hal tersebut.
“Pengobatan tidak bisa sekali. Butuh proses dan pendampingan psikologis dan perawatan medis beberapa kali, karena sudah masuk ke daya pikir,” tutupnya.
Menurut Asep, faktor penyebab munculnya perilaku LGBT sangat beragam. Meliputi, pengaruh lingkungan, media sosial (medsos), hingga faktor psikologis dan keluarga.
“Ada juga dari keluarga ekonomi mampu, jadi bukan hanya karena faktor ekonomi. Pengaruh teknologi juga besar, karena konten-konten LGBT mudah diakses,” imbuhnya.(rul)





