TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri memperketat pengawasan keamanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui percepatan Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) SPPG.
​”Kami fokus pada pemenuhan sertifikat higiene dan sanitasi dapur SPPG di seluruh Kepri,” kata Sekretaris Satgas MBG Rika Azmi.
​Sebanyak 181 dari total 240 dapur SPPG aglomerasi Kepri atau 75,42 persen kini sudah mengantongi izin SHS tersebut.
​Kabupaten Lingga mencatat capaian 100 persen. Kabupaten Karimun menyusul dengan angka sertifikasi mencapai 96,77 persen.
​”Pengelola dapur wajib menindaklanjuti rekomendasi tim penilai agar hidangan anak-anak sekolah selalu higienis,” tegas Rika.
​Kota Batam menyelesaikan 74,31 persen sertifikasi, Bintan 68,42 persen, lalu Tanjungpinang dan Natuna mencatat angka 58,33 persen.
​Tim Satgas MBG terus menggesa perbaikan fasilitas dapur penyedia makanan gratis yang belum memenuhi standar teknis.
​”Program MBG terbukti menggerakkan roda ekonomi daerah serta menjamin kesehatan anak-anak sekolah,” jelas Rika.
​Seluruh dapur SPPG di Kepulauan Riau saat ini menyerap 10.105 tenaga kerja lokal.
​Pekerjaan baru ini menampung petugas keamanan, pengemudi, hingga pencuci peralatan makan.
“Kelompok perempuan mendominasi pekerja dengan porsi 55,34 persen,” ucapnya.
​Menurutnya, kerja sama ini menjaga kelancaran pasokan dapur sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan pedagang Kepri.
“​Pemprov Kepri merangkul 160 pelaku usaha lokal untuk memasok bahan baku pangan segar ke seluruh dapur SPPG,” tukasnya. (sha)






