TANJUNGPINANG (HAKA) – Ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri belum mengantongi sertifikat higienis. Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi
“Baru 83 dari 199 unit yang memegang Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS),” ungkap Rika, Kamis (5/2/2026) lalu.
Rika menjelaskan, sisa unit pelayanan lainnya saat ini sedang menjalani proses pengajuan dan pendampingan intensif.
Ia menilai sertifikasi ini sangat krusial, karena menyangkut keamanan pangan para siswa sekolah.
“SLHS merupakan aspek penting karena berkaitan langsung dengan keamanan konsumsi para penerima manfaat,” tegas Rika.
Pihaknya juga menemukan operasional dapur yang belum sepenuhnya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selain itu, masalah sanitasi lingkungan dapur juga menjadi sorotan utama dalam evaluasi program makan gratis tersebut.
“Hal ini menjadi catatan penting yang harus segera kita benahi secara bersama-sama,” tambah Rika.
Sementara itu, Kepala KPPG Wilayah Sumbar-Riau-Kepri, Syarti Widya, berharap seluruh satuan pelayanan segera memenuhi standar higienitas.
Ia menginginkan seluruh dapur pelayanan memenuhi standar sarana dan prasarana yang sangat ketat.
“Harapan kami, program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi gizi generasi muda,” harap Syarti. (sih)





