TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, Darwin, menanggapi keluhan warga beberapa pulau di Batam, terkait kondisi kelistrikan.
Darwin menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Kepri sama sekali tidak abai, terhadap kondisi kelistrikan yang sempat ramai di media sosial tersebut.
“Walaupun saya tidak membaca postingan tersebut, tapi kami sudah mengetahui permasalahannya,” ujar Darwin kepada hariankepri.com, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 31 pulau dan kampung sebenarnya sudah masuk dalam roadmap PLN program Listrik Desa sejak tahun 2024.
Program tersebut meliputi wilayah Batam, Bintan, Karimun, Lingga, dan Anambas melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) periode 2024-2027.
Namun, kendala teknis membuat rencana pembangunan ketenagalistrikan tersebut belum dapat terealisasi pada tahun 2024 lalu.
Kini, Gubernur Kepri memperbarui langkah kerja melalui koordinasi bersama PT PLN (Persero) UID Riau Kepri dan Kementerian ESDM.
Pemerintah memasukkan kembali titik-titik tersebut, ke dalam Roadmap 2026-2027 dengan total rencana di 95 pulau dan kampung.
“Khusus pada tahun 2026 ini, pemerintah telah memprogramkan pengerjaan jaringan listrik di 31 titik,” jelasnya.
Darwin memaparkan, melistriki wilayah Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan wilayah daratan besar seperti Sumatera atau Kalimantan.
“Tantangan kita adalah biaya logistik transportasi kapal antar pulau untuk membawa mesin dan tiang listrik yang besar,” tambahnya.
Selain membangun jaringan baru, Pemprov Kepri tahun ini kembali menggulirkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) secara gratis.
Program BPBL menyasar 1.800 rumah masyarakat kurang mampu melalui kolaborasi anggaran APBN, APBD, serta dana CSR perusahaan.
“Sejak tahun 2021, kami sudah menyambungkan listrik secara gratis ke 14.225 rumah warga di Kepri,” pungkasnya. (sih)





