TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang, memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Tim medis melakukan pengawasan ini melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan hewan kurban.
Kepala DPPP Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menyampaikan, bahwa petugas telah melakukan pemeriksaan ante mortem sejak dua pekan terakhir.
“Hingga 24 Mei 2026, kami telah memeriksa hampir 1.200 ekor sapi dan kambing dan menyatakannya sehat serta layak,” ujar Robert, kemarin.
Robert menjelaskan, petugas akan memberi label khusus berkode “SL” (Sehat dan Layak) pada hewan kurban yang lulus pemeriksaan.
Label tersebut menjadi jaminan keamanan serta kualitas bagi masyarakat yang ingin membeli hewan untuk kurban.
Selain pemeriksaan fisik, DPPP juga aktif melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid mengenai tata cara memilih hewan sesuai syariat Islam.
Tak berhenti di situ, DPPP juga menerjunkan petugas medis veteriner untuk melakukan pemeriksaan post mortem setelah penyembelihan.
“Setelah penyembelihan, petugas akan memeriksa organ dalam hewan untuk memastikan tidak ada penyakit atau kandungan cacing yang berbahaya,” jelasnya.
Petugas memfokuskan pemeriksaan ini di 27 masjid dengan jumlah kurban terbanyak, termasuk Masjid Al-Taubah penyalur kurban Presiden.
Terkait stok, Robert memastikan ketersediaan sapi dan kambing di Tanjungpinang tahun ini sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Saat ini stok sapi sudah mencapai lebih dari 1.000 ekor, sedangkan kambing tersedia sekitar 1.386 ekor. (sih)





