Wiranto Ingin Target KPU 78 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai

banner 1140x147

Menkopolhukam Wiranto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun

BATAM (HAKA) – Mendekati pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh pihak, untuk selalu sigap melakukan deteksi dini demi mendukung kesuksesan Pemilu dengan aman dan damai.

banner 300x250

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 di Hotel Golden View, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/2/2019).

“Para gubernur, bupati/wali kota percayakan itu kepada TNI/Polri. Netralitas TNI yang sudah ada SOP-nya dalam tugas-tugas keamanan, juga kepada Kepolisian dalam rangka tugas-tugas pengamanan Pemilu, termasuk Kejaksaan dan koordinasi penuh dengan Panwas yang ada di daerah,” pesannya.

Dalam rakor itu, Tjahjo juga meminta kepada, seluruh pihak untuk menggerakkan dan mengorganisir masyarakat untuk hadir di TPS menggunakan hak pilihnya secara demokratis.

Ia berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak Tahun 2019, sebagaimana yang telah ditargetkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat tercapai.

“Mudah-mudahan target KPU yang kita dukung bersama minimal 78 persen untuk Pileg dan Pilpres Serentak akan bisa terwujud dengan baik,” harapnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, saat membuka rakor mengingatkan kepada seluruh peserta rakor, untuk selalu mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi menjadi penyebab kegagalan Pemilu Serentak Tahun 2019.

Seperti politisasi SARA, kampanye di tempat Ibadah, hoaks hingga keamanan sampai pemungutan suara. Ia pun mengajak semua pihak, terutama aparat keamanan untuk menjaga keamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 dengan semaksimal mungkin.

“Jadi tolong teman-teman sekalian tidak menggunakan suku dan agama untuk kampanye, tolong diingatkan masjid jangan dijadikan tempat kampanye, kuil jangan, vihara jangan, itu tempat berdoa. Maka tolong para aparat keamanan dan pemerintah daerah, ingatkan yang masih menyangkutkan tempat-tempat ibadah,” katanya.

Hadir dalam Rakor tersebut di antaranya Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wali Kata Batam Rudi serta tamu undangan lainnya.(kar)

banner 468x60
author

Author: 

Tinggalkan Balasan