Beranda Headline

Sidak Kemendag Diduga Rekayasa, Gudang Aseng Tak Diperiksa

0
Tim Kementerian Perdagangan saat memeriksa gudang daging beku

TANJUNGPINANG (HAKA) – Inspeksi mendadak (Sidak) Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Kota Tanjungpinang, Senin (23/4/2018) diduga hanya rekayasa.

Dugaan ini muncul setelah secara tiba-tiba jadwal sidak yang telah beredar luas di kalangan wartawan, berubah hari pelaksanaan sidaknya.

Awalnya, dalam jadwal tersebut tim yang diketuai oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan itu akan melakukan sidak di gudang beras milik Aseng di KM 7, Kota Tanjungpinang.

Namun, secara mendadak sidak tersebut dibatalkan dan baru akan dilakukan pada keesokan harinya, Selasa (24/4/2018).

Kasan yang dimintai tanggapannya soal ini mengelak jika sidak yang dilakukan oleh pihaknya kali ini rekayasa.

“Saya kemari sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh Disperindag Kepri,” ujarnya yang ditemui usai mengunjungi Pelabuhan Bongkar Muat Sri Payung, KM 6, Kota Tanjungpinang.

Ketika dimintai tanggapannya soal gudang beras milik Aseng yang selama ini diduga kerap melakukan aksi pengoplosan beras.

Ia menyebut, jika dugaan itu benar adanya, ia pun meminta agar segera dilaporkan ke pihaknya. Namun, saat diminta untuk melakukan sidak di lokasi itu. Ia dan timnya enggan untuk turun ke lokasi tersebut.

“Besok sajalah. Kan jadwalnya besok. Jangan curiga dulu,” sebutnya.

Kadisperindag Provinsi Kepri Burhanudin yang mendampinginya saat itu juga tidak bisa menjelaskan secara detail alasan dirubahnya jadwal kunjungan tersebut.

Ia dan stafnya hanya tersenyum saat ditanya soal berubahnya jadwal kunjungan tim dari Kementrian Perdagangan itu.

Sementara itu, di hari pertama peninjauan, tempat pertama yang dikunjungi oleh rombongan Kementerian Perdagangan yakni gudang daging beku milik PT Dewi Kartika Cold Storage di Km 3, Kota Tanjungpinang.

Selanjutnya rombongan bergerak ke Pelabuhan Sri Payung Km 6, dan terakhir rombongan menuju ke PT Panca Rasa Pratama (PRP) di Jalan DI Panjaitan. Dalam tinjauan tersebut, tidak ada hal menarik.

Tim terlihat hanya memantau dan berdiskusi dengan pemilik perusahaan serta pihak Pelindo selaku pengelola pelabuhan bongkar muat.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here