Sederet Keberhasilan Apri-Dalmasri di Dua Tahun Memimpin Bintan

banner 1140x147

Bupati, Wabup dan Sekda Bintan saat panen beras di Teluk Sebong

BINTAN (HAKA) – Dua pekan lalu, tepatnya pada 17 Februari 2018, kepemimpinan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Dalmasri Syam genap berusia 2 tahun. Tidak terasa, kombinasi dua politisi ini telah membawa Kabupaten Bintan ke arah yang lebih baik, dengan berbagai program yang telah mereka jalankan, sebagaimana janji politik mereka ketika maju menjadi kepala daerah Bintan,

Dengan mengusung slogan BINTAN GEMILANG 2025, Apri-Dalmasri punya impian untuk segera membereskan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat. Kendati keduanya menyadari, bahwa membangun daerah bukan perkara mudah.

Sebagai pemimpin keduanya faham betul dalam merumuskan program-program prioritas untuk memperkokoh pundasi pembangunan di daerahnya. Di tambah lagi, kondisi saat ini anggaran daerah maupun dari pusat masih sangat terbatas. Keduanya sukses meloloskan program kesehatan gratis, perbaikan mutu pendidikan, meningkatkan pelayanan publik yang prima, hingga membuka gerbang investasi dengan mencukur habis-habisan birokrasi perizinan.

Sadar sebagai daerah pariwisata, Apri-Dalmasri juga mengebut pembangunan infrastruktur hingga pelosok desa, pemenuhan ketersediaan listrik, agar warga bisa menikmati malam seterang siang. Semua dilakukan untuk memupus kesenjangan sosial dan ekonomi yang selama ini membungkus keceriahan hidup masyarakat

Selanjutnya Apri-Dalmasri menetapkan tiga sektor prioritas dalam 5 tahun pemerintahannya di Kabupaten Bintan. Yakni Kelautan, Pariwisata dan Kebudayaan.

Mimpi besarnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bintan hingga menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia, telah dirumuskan dalam VISI: Terwujudnya Kabupaten Bintan yang Madani dan Sejahtera Melalui Pencapaian Bintan Gemilang 2025 (Gerakan Melangkah Maju di Bidang Kelautan, Pariwisata, dan Kebudayaan).

Sejak menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Apri-Dalmasri bergerak cepat menyusuri desa-desa hingga perkampungan dan kawasan pesisir, menyapa warga yang sekaligus melihat secara nyata bagaimana kondisi kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Bupati Apri dan Wabup Dalmasri saat meresmikan kantor desa

Meski tidak bisa berbuat banyak di tahun pertama kepemimpinanya, karena hanya menjalankan program dalam anggaran (APBD) yang sudah ditetapkan sebelumnya, namun tidak menyurutkan semangat kerja kerasnya.

Semua hasil tinjauan lapangan selama tahun 2016 dijadikan poin-poin penting dalam menyusun program pembangunan dalam anggaran tahun 2017. Dalam pembahasan RAPBD 2017, Apri-Dalmasri sukses menyakinkan DPRD Bintan untuk menyetujui program-program unggulannya yang bermuara pada 8 misi pembangunannya.

Di bidang kesehatan dianggap sebagai persoalan pelik yang terus menggerus kualitas hidup masyarakat. Dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas, Apri-Dalmasri mengalokasikan anggaran berobat gratis bagi warga yang belum terdaftar sebagai pesarta BPJS.

Urusannya tidak ribet, warga cukup bawa KTP untuk mendapat pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas hingga penanganan medis di RSUD Bintan. Kemudian gencar berinovasi dalam memberikan pelayanan keaehatan yang prima dan siap siaga, terutama di pusat-pusat pelayanan kesehatan maayarakat, seperti Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bintan.

Ada Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Mobile yang menjangkau rumah-rumah penduduk, Puskesmas berbasis elektronik dengan jam buka hingga pukul 22.00 WIB, fasilitas ruang bersalin disejumlah Puskesmas, serta pemeriksaan rutin IVA dalam upaya pencegahan dini kanker leher rahim bagi kaum wanita, yang dilaksanakan di Puskesmas, pada hari Kamis tiap pekannnnya.

Atas sejumlah program kesehatan tersebut akhirnya mendapat ganjarannya yang setimpal. Apri-Dalmasri menyumbangkan penghargaan SWASTI SABA TINGKAT WIWERDA TAHUN 2017 bagi Kabupaten Bintan. Penghargaan untuk Kabupaten Sehat itu didasari 4 penilaian, yakni Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Umum yang Sehat, Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Serta Kawasan Pariwisata Sehat.

Di sektor pendidikan, tidak ada alasan bagi anak-anak Bintan untuk tidak bersekolah, karena pemerintah daerah telah menyediakan anggaran untuk membiayai sejumlah program pendidikan. Bahkan orang tua siswa tak perlu menguras kocek untuk biaya transportasi hingga biaya seragam sekolah, sepatu, tas dan buku tulis saat mendaftarkan anaknya sebagai siswa baru di sekolah TK, SD dan SMP.

Dalam kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah telah merehabilitasi 99 unit ruang kelas, membangun 8 unit ruang kelas baru dan 4 unit perpustakaan. Juga menyelenggarakan Gebyar PAUD 2017, yang didikuti 1.000 anak, sebagai perhatian terhadal pendidikan karakter anak usia dini.

Untuk sektor sosial kemasyarakatan, Apri-Dalmasri telah menuntaskan rehabilitasi 903 rumah tidak layak huni, menjamin pemerataan pembagunan hingga pelosok daerah seperti Kecamatan Tambelan, yang merupakan daerah perbatasan di Bintan.

Kemudian mendirikan Rumah Tahfidz di Kecamatan Bintan Timur, untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan bagi masyarakat, yang disertai pemberian intensif bagi guru ngaji, imam, penjaga mesjid, fardu kifayah dan mubaligh/mubaligh di Kabuaten Bintan. Selanjutnya, menyediakan bantuan sosial berupa uang duka bagi masyarakat tidak mampu yang sedang berduka.

Deby Apri Sujadi dan Herdawati Dalmasri Syam saat di Galeri PKK Toapaya

Berbagai usaha peemrintah itu mampu mendongkrak pendapatan daerah yang menembus angka Rp 116 miliar, atau mencapai 50,68 % dari total PAD Kabupaten Bintan. Angka positif juga terlihat dari kunjungan wisata ke Kabupaten Bintan, yang meningkat hingga 722.284 orang di tahun 2017, dengan didominasi wisatawan mancanegara sebanyak 364.483 orang dan domestik berjumlah 357.801 orang.

Pertumbuhan pariwisata sebagai geliat perekonomuan Bintan ditandai dengan meningkatnya investasi di Bintan. Di tahun 2017, tercatat 61 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Bintan. Dari jumlah itu, 54 perusahaan penanam modal asing yang menyumbangkan investasi USD. 711.444.069,00, dan 7 perusahaan penanam modal dalam negeri dengan investasi Rp.462.654.981.185. Investasi akan melaju tinggi seiring penetapan Galang Batang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Meski banjir investasi, namun Apri-Dalmasri tetap mengembangkan ekonomi lokal melalui pembinaan pelaku usaha kecil mikro menengah yang kini mencapai 2.871. Angka itu menunjukkan peningkatan yang luar biasa dibanding tahun 2016. Hingga akhirnya meraih penghargaan Natamukti 2017 bagi Kabupaten Bintan, atas keberhasilan membangun ekosistim UMKM.

Dalam dua tahun kepemimpinannya, berbagai proyek infrastruktur dicanangkan dalam upaya memperlancar mobilitas transportasi yang bertumpu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Terutama infrastruktur jalan dan jembatan. Di tahun 2017, telah membangun jalan aspal sepanjang + 9,235 Kilometer serta jalan tanah sekitar + 1,2 Kilometer dengan tingkat kemantapan jalan 1,442. Kemudian membangun jembatan penghubung Pengujan yang berada di kawasan pesisir.

Upaya pemenuhan air bersih hingga kawasan pesisir telah membangun 9 SPAM IKK di tahun 2017, dengan penambahan 980 sambungan ke rumah-rumah penduduk. Selanjutnya, menata ruang-ruang terbuka hijau, membenahi pengelolaan sampah untuk dengan penyediaan tempat pembuangan akhir (TPA). Kerja keras ini telah mengantarkan Kabupaten Bintan meraih Adipura tahun 2017, untuk yang ketiga kalinya.

 

Bupati Bintan Apri Sujadi bersama para ASN Bintan

Apri dan Dalmasri juga tetap tidak lupa memajukan budaya Melayu serta harmonisasi keberagaman telah menggelar Festival Tari Bintan Festival Jong dan Festival Lampu Cangkok. Sebagai bentuk apresiasi memberikan Anugerah Seni Cogan Laksamana Bentan kepada 10 tokoh dari Seniman, Budayawan dan Penyair. Di tahun 2017, Apri-Dalmasri menerima kunjungan 33 orang Budayawan dari Malaysia dan Singapura dalam upaya memperkaya khazanah Budaya Melayu Serumpun.

Berbagai inovasi juga dilakukan untuk memberikan dampak positif peningkatan kinerja ASN di lingkungan Pemkab Bintan, khsuusnya dalam mensukseskan program pemerintah daerah. Alhasil, efisiensi anggaran Rp 4 milyar di tahun 2017, melalui pengadaan elektronik namun tanpa mempengaruhi efektivitas pembangunan.

Pemkab Bintan juga berhasil menerapkan program E-Planning yang terintegrasi dengan E-Budgeting serta aplikasi perizinan on-line sebagai upaya pengembangan sistim keuangan yang transparan, akuntabel, efektuf, dan efisien sesuai amanat pemberantasan korupsi. Di tahun 2016, laporan keuangan Pemerintahan Kabupaten Bintan sukses membukukan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-6 dari Menkeu Sri Mulyani.

Dengan beragam program dan keberhasilan yang dicapai oleh duet Apri Sujadi dan Dalmasri Syam ini menunjukkan, bahwa keduanya telah bekerja maksimal dalam dua tahun kepemimpinannya untuk Kabupaten Bintan. Selamat HUT ke 2 untuk pasangan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Dalmasri Syam. (adv)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan