Pers Natuna Kecewa dengan Humas Kementerian

Kapal pengawas perikanan KKP yang meliput penenggelaman kapal

NATUNA (HAKA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak mengizinkan wartawan, yang bertugas di Natuna meliput kegiatan penenggelaman Kapal Ikan Asing (KIA) di Perairan Pulau Tiga Natuna, Minggu (29/10/2017).

Mereka hanya memberikan izin kepada wartawan Jakarta yang ikut langsung dengan rombong Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk ikut naik ke kapal Orca II untuk menuju lokasi penenggelaman KIA.

“Kami hanya menjalankan perintah atasan. Yang kami fasilitasi meliput hanya wartawan Jakarta,” kata Humas Kemen KP, Diding Suryadi melalui telepon.

Kabag Humas Pemkab Natuna, Budi Darma mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kemen KP agar wartawan lokal juga dapat meliput, hanya saja jawabannya tetap sama.

“Kami juga sampaikan kepada mereka agar kawan-kawan wartawan dari daerah dapat ikut, cuma mereka tidak memberikan izin,” jelasnya.

Belasan wartawan yang bertugas di Natuna yang berasal dari media massa berbeda tampak bergerombol turun dari KRI Karel Satsuitubun di mana tempat acara seremoni pra penenggelaman KIA berlangsung.

Mereka tidak bisa berbuat banyak meskipun rata-rata mengaku kecewa, dan menyayangkan sikap humas Kemen KP itu bahkan ada di antara mereka yang menganggap perlakuan itu sebagai diskriminatif wartawan dalam peliputan.

“Seharusnya mereka menyampaikan alasannya¬† tidak mengizinkan kami. Kalau umpamanya alasannya tidak cukup tempat, ORC II itu kapal besar, masak tidak ada tempat. Dulu-dulu aja muat semua kok, meskipun jumlah wartawannya lebih banyak dari yang sekarang,” ujar beberapa wartawan. (fer)

Tinggalkan Balasan