Permintaan Petani Bintan Langsung Dikabulkan Gubernur

example banner

Ditemani Kadis Pertanian Kepri Ahmad Izhar, Nurdin dialog dengan petani Bintan

BINTAN (HAKA) – Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan panen perdana jagung dan cabai di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bintan, Senin (6/11/2017).

Pada kesempatan itu, Nurdin juga menyempatkan diri berdialog, sembari mendengar keluh kesah yang dihadapi para petani.

Seperti yang disampaikan Supriyadi dari Kelompok Tani Makaryo Km 45 Kecamatan Teluk Bintan yang meminta disediakan peralatan handtracktor.

“Kami minta handtracktor yang agak besar karena alat yang ada sekarang membuat kerja kami tidak maksimal. Jadi itu saja kendala kami pak,” ujarnya.

Selain itu Andi Purwanto dari Kelompok Tani Tunas Jaya Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang pada waktu itu meminta agar Pemprov Kepri dapat memberikan solusi untuk keterbatasan pupuk.

Sebab, selama ini para petani sangat kesulitan untuk memperoleh pupuk, pasca pengurangan kuota pupuk bersubsidi oleh pemerintah pusat.

“Kami harap Pak Gubernur dapat memberikan solusi. Karena keterbatasan pupuk yang selama ini jadi kendala kami,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Provinsi Kepri mengatakan, akan langsung mengabulkan seluruh permintaan para petani tersebut.

Namun, ia berpesan agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah hendaknya dapat dijaga dan dirawat agar benar-benar dapat bermanfaat bagi para petani.

“Kita sama-sama menjaga agar ekonomi masyarakat bergerak dan inflasi terus menurun. Petani nelayan dengan perannya demikian juga pemerintah. Kalau sudah bersama, tak ada masalah yang tak terselesaikan,” kata Nurdin.

Waktu itu, Nurdin juga menyarankan kepada petani untuk melakukan pemanfaatan teknologi pertanian agar kualitas dan kuntitas produksi terus meningkat.

Apalagi kata dia, saat ini pasar pertanian di Kepri masih cukup besar. Mengingat beberapa kebutuhan beberapa produk pertanian tidak perlu lagi didatangkan dari luar. Gubernur juga mengaku senang dengan banyaknya kelompok tani yang fokus dengan produk unggulan. Apalagi yang ditanam berbeda-beda.

“Semoga ke depan bisa semakin banyak panennya. Manajemen dalam mengelola hasil-hasil pertanian juga penting, sehingga hasil di pasar tidak anjlok ketika musim panen tiba,” tuturnya.(kar)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan