Natuna Ngebet Pisah dari Kepri, Anambas Tak Mau Ikutan

banner 1140x147

Sekda Anambas, Sahtiar

TANJUNGPINANG (HAKA) – Belakangan ini santer terdengar adanya wacana pemekaran dan pembentukan Provinsi Natuna-Anambas. Wacana tersebut, getol digaungkan oleh Bupati Natuna Hamid Rizal.

Namun, pendapat berbeda yang diungkapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) maupun masyarakat KKA. Mereka tidak pernah punya keinginan untuk memisahkan diri dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

banner 300x250

Fakta ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah KKA Sahtiar saat ditemui di Kota Tanjungpinang belum lama ini.

Menurutnya, sejak wacana itu mulai bergulir Bupati KKA Abdul Haris mengaku kaget jika ia dikait-kaitkan dengan wacana pemisahan tersebut. Padahal kata dia, Bupati KKA sendiri tidak pernah tahu menahu soal pemekaran itu.

“Pak Bupati tidak pernah diajak atau ikut duduk membahas pembentukan provinsi tersebut, begitu juga dengan masyarakat yang saya tau tidak ada yang terlibat dan diajak bergabung,” ujarnya.

Memang diakuinya, selama ini Pemda KKA dan masyarakat Anambas telah mendengar wacana pembentukan provinsi tersebut.

Namun ia menegaskan jika pemerintahan dan masyarakat Anambas hingga detik ini belum pernah terlibat sedikitpun, dalam pembahasan apalagi sampai menggelar pertemuan khusus untuk membahas pembentukan provinsi tersebut.

“Karena kita tidak pernah terlibat, maka Bupati Anambas sudah membahasnya dan tidak akan menanggapi, begitu juga masyarakat juga tidak akan meresponnya. Karena kami pemerintah dan masyarakat Anambas tidak ada niat atau keinginan untuk memisahkan diri dari Provinsi Kepri,” tegasnya.

Ia pun menduga, ada pihak lain yang sengaja mengaitkan wacana pemekaran ini dengan masyarakat dan Bupati Anambas.

“Sekali lagi saya pastikan hingga detik ini, tidak ada pembicaraan apalagi sudah merumuskan dan membentuk badan dan lainnya. Begitu juga terkait yang menyebutkan telah ada kajian pemisahkan itu tidak benar dan tidak ada,” pungkasnya.(kar)

banner 468x60
author

Author: 

Tinggalkan Balasan