Ketua Yayasan Asrama Haji Ngaku Pake Duit

example banner

Bangunan megah Asrama Haji Tanjungpinang yang merupakan aset pemprov tapi dikelola terpisah oleh salah satu yayasan

TANJUNGPINANG (HAKA) – Dugaan penyelewengan anggaran Asrama Haji Tanjungpinang ditanggapi oleh Ketua Yayasan Asrama Haji yakni H Bakir. Bahkan H Bakir mengakui, bahwa memang selama ini tidak pernah menyetorkan retribusi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

“Ia memang sejak tahun 2012 kami tidak setor retribusi,” jelasnya kepada hariankepri.com.

Sebab, lanjut Bakir, uang pendapatan dari hasil sewaan itu digunakan untuk membeli perlengkapan atau fasilitas yang ada di gedung maupun di penginapan.

“Uang itu kami gunakan untuk membeli fasilitas seperti tivi, AC, kasur di tempat penginapan, karena dari 24 penginapan separuhnya kurang fasilitas, dan juga untuk membeli kursi perlengkapan di gedung,” jelasnya.

Terkait hal ini, ia mengatakan, Gubernur Kepulauan Riau juga sudah mengetahuinya.

“Kami setiap tahun melaporkan, apa yang dikeluarkan dan berapa pemasukan, dan gubernur sendiri sudah tau bahwa uang sewa itu kami gunakan untuk melengkapi fasilitas,” terangnya.

Namun, lanjut Bakir, dengan adanya rapat yang dilaksanakan dibeberapa waktu lalu, maka gubernur meminta untuk tahun 2017 ini, uang pendapatan itu harus disetor ke PAD.

“Gubernur meminta untuk tahun ini agar bisa menyetor walaupun sedikit. Mungkin ke depanya akan kami setor setiap bulanya walaupun sedikit pendapatanya,” tutupnya. (zul)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan