Keberhasilan Tanjungpinang dalam 16 Tahun Kota Otonom

banner 1140x147

Foto Bersama Pimpinan Bank Umum, dan BPR Bersama Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah Usai Penyerahan Moko

Keempat, Peningkatan Kesejateraan dan Perekonomian Masyarakat.

banner 300x250

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun. Hal tersebut dikarenakan IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan suatu daerah. Indikator tersebut  juga digunakan dalam menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah. Nilai IPM di Kota Tanjungpinang tahun 2016 telah mencapai 77,77 meningkat dari tahun  sebelumnya 77,57.

IPM tersebut termasuk kategori tinggi serta menempati urutan ke dua tertinggi di Kepulauan Riau. Nilai IPM tersebut  telah melampaui IPM Provinsi Kepri 73,99 dan IPM Nasional 70.

Selain itu, keberhasilan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan juga dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang selama periode 2013-2015 tumbuh rata-rata 6,35 persen. Namun ditengah perlambatan perekonomian nasional dan global saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang juga mengalami perlambatan, dimana pada tahun 2016 terjadi perlambatan menjadi 5,08  persen yang pada tahun sebelumnya mencapai 5,99 persen.

Sungguhpun demikian, Tanjungpinang masih  berada diatas level pertumbuhan ekonomi Kepri 5,03 persen dan pertumbuhan ekonomi Nasional 5,02 persen.

Bila dilihat dari perkembangan PDRB Kota Tanjungpinang atas dasar harga berlaku,  selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu rata- rata sebesar 1,396 trilyun rupiah. PDRBpada tahun 2016 mencapai 17,352 trilyun rupiah meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 16,289 trilyun rupiah. Struktur ekonomi Kota Tanjungpinang selama 5 tahun terakhir didominasi oleh tiga sektor yang memberikan  kontribusi terbesar terhadap PDRB.

Capaian sektor tersebut pada tahun 2016 yaitu sektor konstruksi sebesar 33,45 persen, perdagangan  besar dan eceran, reparasi mobil dan motor 24,05 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial 9,96 persen.

Dalam pengentasan kemiskinan, berdasarkan data BPS  Kota Tanjungpinang bahwa sejak tahun 2013 sampai dengan 2016 persentase penduduk miskin secara makro di Kota Tanjungpinang menunjukkan trend penurunan setiap tahunnya.

Pada tahun 2013 persentase penduduk miskin 10,40 persen menurun menjadi 9,94 dan 9,56  persen pada tahun 2014 dan 2015, dan sampai dengan tahun 2016 penduduk miskin kota tanjungpinang tercatat 9,34 persen.

Untuk mengendalikan inflasi daerah, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi  Daerah (TPID) telah melaksanakan kerjasama dengan BUMN, BUMD, KSOP, Beacukai, Para Pedagang, Distributor  dan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam rangka menjamin ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang terutama menjelang hari raya sehingga  dapat dijangkau oleh masyarakat dengan harga yang stabil.

Berkat kerjasama tersebut, inflasi Tanjungpinang dapat dikendalikan sebesar 3,06 persen pada tahun 2016 sesuai dengan target inflasi nasional berkisar  3 sampai 5 persen.

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah membuka Musrenbang Tingkat Kota Tanjungpinang 2017.

Atas keberhasilan tersebut tim penanggulangan inflasi kota tanjungpinang berhasil meraih predikat TPID berprestasi dan terbaik pertama se- Indonesia tahun 2016.

Dalam pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat terutama menyangkut penyediaan infrastruktur, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah melakukan beberapa hal diantaranya untuk penanganan banjir  dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016  telah menangani 65 titik banjir, dan pada tahun 2017 sedang melakukan normalisasi 6 titik banjir.

Sehingga dari 62 titik banjir yang ada pada kondisi awal RPJMD tahun 2013sudah dapat diselesaikan sebesar 84,12 persen.  Masih terdapat beberapa titik banjir yang belum diselesaikan dikarenakan memerlukan pendanaan yang cukup besar.

Berkat koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  dapat mendanai penanganan banjir di kawasan Jl. Pemuda.

Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan jalan juga terus ditingkatkan. Pada tahun 2015 dan 2016 jalan yang dibangun dan direhabilitasi sepanjang 16,09 km dan 64.17 km,  dan pada tahun 2017 ini akan dibangun sepanjang 4.8 km, sehingga kondisi jalan meningkat menjadi   59,81%.

Dalam hal penyediaan air bersih kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus meningkatkan cakupan pelayanan air bersih sehingga sampai dengan tahun 2017 bertambah 2.125 sambungan rumah. Beberapa kegiatan yang telah dan sedang dilakukan antara lain pembangunan jaringan pipa sambungan rumah untuk lokasi SWRO Batu Hitam, optimalisasi SPAM Kampung Bugis, pembangunan sambungan rumah SPAM  Kelurahan Senggarang, peningkatan cakupan layanan SPAM Sei Ladi, pembangunan air baku dan cakupan pelayanan Kelurahan Batu Sembilan.

Dalam menciptakan kota yang bersih, nyaman, asri, dan pembangunan yang berkelanjutan,  Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mempertahankan penghargaan Adipura pada tahun 2017 yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Piala Adipura tersebut merupakan piala yang ke 13 terhitung sejak berdirinya Kota Tanjungpinang.

Sungguh pun demikian, belum seluruh yang dicita-citatakan Lis-Syahrul dapat terwujud. Food court, Masjid terapung dan pembangunan stadion olah raga belum bisa dilaksanakan hingga akhir masa jabatan.  Hal ini karena keterbatasan anggaran dan terjadinya defisit anggaran sejak awal tahun 2015.

Kecilnya dana APBD membuat Lis mencari pola baru meneruskan pembangunan. Ia tidak kenal kata menyerah, lobi-lobi ke Pemprov Kepri terus dilakukan, dana DAK dan APBN juga jadi incaran sehingga pembangunan dapat terus dilanjutkan.

Meskipun penghargaan sudah banyak didapatkan, namun bukan berarti permasalahan di berbagai bidang tuntas sampai di situ saja. Masalah pastilah ada, akan tetapi pemerintah Kota Tanjungpinang punya komitmen dan terus berupaya agar dapat meminimalisirnya.

Itulah sebagian dari gambaran kerja nyata yang sudah diperbuat Lis-Syahrul selama hampir lima tahun mereka menjabat yang didukung seluruh jajarannya baik ASN  maupun honorer.

Dalam perjanan panjang tersebut belum semua bisa memuaskan harapan dan keinginan masyakat. Ibarat kata pepatah tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan apa yang sudah diperbuat tentulah masih ada kurangnya, tinggal bagaimana kita terus berupaya  menyatukan langkah dan irama.

Selamat Hari Jadi Kota Otonom Tanjungpinang ke-16, marilah kita terus berkarya, mewujudkan mimpi menjadi nyata, menjadikan Tanjungpinang kota mempesona,  gemilang, terbilang tiada tandingannya. (red/elvi humas pemko)

banner 468x60
author

Author: 

Tinggalkan Balasan