Keberhasilan Tanjungpinang dalam 16 Tahun Kota Otonom

example banner

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota H Syahrul dan Sekda Riono usai mengarak Adipura

 

Sekarang kita lanjutkan tentang pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tanjungpinang tahun 2013-2018. RPJMD tersebut sudah dilaksanakan dengan beberapa kebijakan strategis yang mendukung pencapaian visi dan misi  kebijakan dan capaian kinerja.

Pertama, peningkatan pelayanan dasar publik yang responsif dan melayani. Yang termasuk di dalamnya bidang kesehatan, pendidikan, dan bidang pelayanan perizinan dan non perizinan. Pada bidang kesehatan Pemerintah Kota Tanjungpinang memprioritaskan peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan konsisten mengalokasikan anggaran 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Beberapa indikator utama keberhasilan yang telah  dicapai dalam bidang kesehatan antara lain: usia harapan hidup penduduk Kota Tanjungpinang telah  mencapai 71,74 tahun pada tahun 2016. Usia harapan hidup tersebut telah melampau target RPJMD yaitu 71,00 tahun.

Untuk angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 telah mencapai prestasi yang sangat baik, yaitu tidak terdapat kematian ibu melahirkan atau 0 per 100.000 kelahiran hidup yang pada tahun 2015 masih menunjukkan angka 122,85 per 100.000 kelahiran hidup. Capaian pada tahun 2016 tersebut telah mencapai bahkan melampaui target RPJMD yaitu 120/100.000 kelahiran hidup.

Untuk angka kematian bayi di Kota Tanjungpinang selama 4 tahun terakhir mengalami fluktuasi dengan rata-rata 7.9 per 1.000 kelahiran hidup. Data tersebut menunjukkan bahwa angka kematian bayi sudah mencapai target MDGS sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup.

Begitu juga dengan angka prevalensi gizi buruk 4 tahun terakhir cukup membanggakan dengan rata-rata 0.18 persen, jauh dari target bawah RPJMD yakni pada angka 3 persen.

author

Author: 

Tinggalkan Balasan