Keberhasilan Tanjungpinang dalam 16 Tahun Kota Otonom

banner 1140x147

*Tanjungpinang Kian Berkembang dan Terbilang

Lis Darmansyah – Syahrul

SIAPA yang tidak kenal Tanjungpinang Kota Gurindam Negeri Pantun? Sebuah kota tua dengan rekam jejak sejarah yang panjang, peninggalan kerajaan melayu bertebaran di setiap sudutnya.  Saat ini Tanjungpinang kian berkembang berkat kepemimpinan H Lis Darmansyah, SH selaku Wali Kota bersama Wakilnya H Syahrul, S.Pd bersama Drs Riono, M.Si, selaku Sekretaris Daerah.

banner 300x250

Di kota inilah Raja Ali Haji pujangga Melayu ternama pada abad ke-19 melahirkan maha karya Gurindam 12 dan buku pedoman Bahasa yang menjadi cikal- bakal Bahasa Indonesia.

Berdirinya Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonom tidak terlepas dari perjalanan sejarah, yang dimulai dengan pembentukan kota administratif Tanjungpinang melalui PeraturanPemerintah nomor 31 tahun 1983 pada tanggal 18 Oktober 1983.

Adanya dukungan dan perjuangan seluruh elemen masyarakat, sehingga pada akhirnya kota Tanjungpinang berhasil ditingkatkan statusnya menjadi Kota  Otonom pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-Undang nomor 5 tahun 2001. Dra Hj Suryatati A. Manan  merupakan Wali Kota pertama ketika Tanjungpinang sudah resmi sebagai kota otonom, dan ia juga salah seorang tokoh pejuang terbentuknya Kota Otonom Tanjungpinang.

Pada tahun 2002 Tanjungpinang menjadi Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau membawahi 4 Kecamatan dan 18 Kelurahan. Kini Kota Tanjungpinang adalah kota pelabuhan utama Provinsi Kepri dan menjadi pusat perdagangan yang ramai dengan kekayaan etnis yang lebih beragam dibanding kota-kota lain di Sumatera.

Sejak ditetapkannya sebagai kota otonom, pada tahun 2001 pemerintah kota telah bahu membahu bersama DPRD Kota Tanjungpinang dalam menyelenggarakan pemerintahan selama enam belas tahun dalam suasana kondusif serta dukungan aktif seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat mencatat beberapa kemajuan sebagai wujud pelaksanaan pembangunan di negeri ini.

Selama masa kepemimpinan Lis-Syahrul yang dimulai sejak 16 Januari 2013 lalu dan akan berakhir pada 16 Januari 2018 mendatang, sudah banyak kemajuan pembangunan yang dapat  dilihat, dinikmati dan dirasakan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan mental, sehingga tidak heranlah bila Tanjungpinang terus dilirik pemerintah pusat dan daerah-daerah lain di nusantara.

Bermacam penghargaan juga telah berhasil diraih. Apa untungnya seabrak penghargaan, toh yang dibutuhkan masyarakat bukanlah segudang penghargaan dan setumpuk piala, tapi kesejahteran hidup yang utama. Sejak diperolehnya penghargaan nasional tersebut sudah banyak daerah-daerah di nusantara datang berkunjung ke Tanjungpinang.

Mereka datang tidak hanya sekadar ingin tahu dan berbagi ilmu, akan tetapi juga mampu  meningkatkan hunian hotel, restoran, UMKM, penerbangan, pelayaran, perdagangan dan lainnya. Selain itu juga menambah jumlah kunjungan wisata ke daerah ini. Peluang inilah yang harus kita tangkap untuk mensejahterakan rakyat.

banner 468x60
author

Author: 

Tinggalkan Balasan