Jadi Pilot Project Program Terintegrasi, Doli Temui Pelaku UKM Sei Beduk

banner 1140x147

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau Doli Boniara usai berdialog dengan ibu-ibu wirausaha dari UKM Center Kecamatan Sei Beduk dihadiri DR. Mohammad Gita Indrawan Ketua Tim Ekonomi KADIN Kota Batam dan Riki Indrakari Anggota Komisi 4 DPRD Batam

BATAM (HAKA) – Dinas Sosial Provinsi Kepri, terus memantapkan rencana penyusunan program pengentasan kemiskinan terintegrasi. Dinsos pun melakukan pertemuan langsung dengan para pelaku UKM, Rabu (6/12/2018) di Sei Beduk Batam, yang nantinya akan menjadi pilot project pertama sistem ini.

banner 300x250

Dalam pertemuan ini Dinsos mengundang anggota Komisi 4 DPRD Kota Batam Ricki Indrakari, dan Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam Gita Indrawan.

Doli memaparkan bahwa sistem ini nantinya akan menjadikan Keluarga Peneriman Manfaat (KPM) program PKH menjadi pelaku UKM yang andal. Tentunya dengan memanfaatkan jaringan UKM, dan perkembangan IT untuk digitalisasi program.

“Yang kami harapkan itu nantinya para KPM ini jadi lebih mandiri, jadi tidak hanya menerima bantuan saja tetapi bagaimana caranya agar bantuan itu menjadi modal untuk berkembang,” kata Doli membuka pertemuan.

Selain diberikan pengetahuan dalam pengelolaan UKM, akan dibantu juga dalam memasarkan hasil-hasil UKM.

“Untuk itu teman-teman UKM nantinya akan menjadi pendamping KUBE dalam menjalankan usahanya,”lanjut Doli.

Dalam kesempatan itu Ricki menyampaikan, KUBE yang saat ini sudah terbentuk harus menjadi katalisator dalam perkembangan ekonomi Kepri. Dengan sistem yang nanti akan dibuat diharapkan KUBE akan semakin maksimal dalam program pengentasan kemiskinan.

Setakat dengan Ricki, Gita Indrawan menambahkan bahwa digitalisasi saat ini harus menjadi peluang baru bagi para pelaku UKM. Mempermudah dalam pemasaran produk, inovasi produk dan pengembangan pasar.

“Saya ambil contoh di Banyuwangi, saat ini sudah ada namanya Warung Pintar, dalam warung itu berbagai transaksi bisa dilakukan, mulai dari isi ulang pulsa, pembayaran PLN, pembayaran tagihan, selain menjalankan bisnis utamanya menjual makanan,” kata Gita

Warung pintar ini, papar Gita, didesain semenarik mungkin, dilengkapi WiFi bahkan fasilitas untuk charger handpone.

“Model pengembangan usaha seperti ini bisa diadopsi oleh teman-teman UKM disini ataupun KUBE yang sedang dijalankan Dinsos,” ujar Gita

Diakhir pertemuan Doli menegaskan setelah pertemuan ini akan segera dibentuk formula program, kemudian akan disinergikan dengan program di Kemensos. (arp)

banner 468x60
author

Author: 

Tinggalkan Balasan