Investasi di Mal TCC Harus Dijaga, Kadin: Data Juga Harus Akurat

Wakil Ketua Kadin Bidang Promosi dan Investasi, Yeffi Zalmana

TANJUNGPINANG (HAKA) – Melemahnya daya beli secara nasional, ikut berdampak pada perekonomian di Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang.

Dalam data yang diperoleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, banyak toko-toko yang tutup, bukan hanya di pusat perbelanjaan lama, tetapi juga di Mal Tanjungpinang City Center (TCC).

Beberapa tenant yang terpantau tidak beroperasi lagi di TCC yakni, Julia Jewerly,  toko i-shop,  Zazezo, Green Klinik, Yopie dan Fipper.

“Memang ini dampak dari melemahnya daya beli nasional, namun bagaimanapun investasi di Tanjungpinang ini tetap harus dijaga. Baik itu TCC maupun pelaku usaha di dalamnya,” ungkap Wakil Ketua Bidang Promosi dan Investasi Kadin Tanjungpinang, Yeffi Zalmana.

Ia menyampaikan, untuk mengatasi masalah ini semua pihak harus duduk bersama, baik itu manajemen TCC maupun pemerintah daerah.

“Menarik investor lalu menjaganya, juga bagian dari kewajiban pemerintah,” imbuhnya.

Untuk itu ia menyarankan, agar pemerintah daerah baik kota maupun provinsi, mendorong kegiatan mereka yang berkaitan dengan UMKM, agar dilaksanakan di mal.

“Misalnya buat pameran UMKM atau UKM di mal yang pelaksanaanya dikoordinir pemerintah,” sarannya.

Yeffi yakin, apabila pelaku usaha kecil juga diberi tempat di mal untuk waktu yang pendek, perekonomian di mal juga akan hidup.

Disamping itu, Yeffi juga meminta pihak manajemen TCC tidak terlalu kaku dengan mitra-mitra pengusaha di dalam mal. Baik itu soal biaya sewa maupun penyelengaraan event yang menguntungkan.

“Termasuk soal data kunjungan yang saya pikir juga harus lebih akurat,” kata Yeffi yang juga lawyer di Tanjungpinang ini.

Yeffi mengatakan, ia sempat membaca di salah media cetak mengenai data kunjungan masyarakat ke TCC setiap hari, khususnya pada akhir pekan mencapai 220 ribuan orang.

“Setahu saya jumlah penduduk Tanjungpinang sekitar 260.519 orang per tahun 2017. Kalau segitu masuk mal, itu sudah lebih dari separuh warga Tanjungpinang,” ujarnya.

Dalam data yang dihimpun hariankepri.com dari berbagai sumber dan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, jumlah penduduk Tanjungpinang 260.519 jiwa.

Rinciannya, laki-laki 132.656 jiwa, perempuan 127.873 jiwa. Adapun penyebaran berdasarkan domisili, di Kecamatan Tanjungpinang Barat 61.431 jiwa.

Di Kecamatan Tanjungpinang Timur 104.981 jiwa, lalu di Kecamatan Tanjungpinang Kota 24.866 jiwa, dan di Kecamatan Bukit Bestari 69.251 jiwa. (fik)

Tinggalkan Balasan