BJ Habibie Wafat, Selamat Jalan Bapak Teknologi, Selamat Jalan Bapak Demokrasi

example banner

Bacharuddin Jusuf Habibie-f/instagram bj habibie

JAKARTA (HAKA) – Presiden Ke 3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia. Habibie sebelumnya dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Habibie dirawat akibat kelelahan dan dibawa ke rumah sakit untuk istirahat.

BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB. Kabar ini dipastikan putra Habibie, Thareq Kamal Habibie.

Sekitar pukul 18.20 WIB, Presiden Jokowi tiba di RSPAD Gatot Soebroto. Dia tampak didampingi istrinya, Iriana, dan putra sulung Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi pun langsung menggelar konfrensi pers dan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya presiden ke-3 BJ Habibie.

BJ Habibie merupakan keturunan Jawa (ibu) dan Gorontalo (ayah). Di masa kecil, BJ Habibie sudah menunjukkan kecerdasan dan semangatnya yang tinggi, pada ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Fisika.

Presidan ke 3 Republik Indonesia
BJ Habibie, mewarisi kondisi penuh hiruk pikuk setelah pengunduran diri Soeharto, akibat tata kelola yang salah pada zaman orde baru, sehingga menimbulkan berbagai kerusuhan dan disintegerasi sosial hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet.

Salah satu tugas pentingnya yakni kembali mendapatkan sokongan dari Dana Moneter Internasional, dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan sektor ekonomi.

Ia juga membebaskan para tahanan politik dan meredakan kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pada masa pemerintahannya yang cukup singkat, ia berhasil memberikan pondasi yang kokoh bagi Indonesia, pada eranya lahirlah UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting yakni UU otonomi daerah.

Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah, gejolak disintergrasi sosial yang diwariskan era Orde Baru berhasil di redam dan pada akhirnya dapat dituntaskan di masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah ia melepaskan tampuk kekuasaan sebagai presiden, BJ Habibie lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Namun, ketika masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden demi mengawal proses demokrasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center. (arp)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan