7,7 Hektare Lahan Diterobos Preman, PT CMI Lapor Polisi

example banner

Share this:

Direktur PT CMI Jasin Widjaja, didampingi kuasa hukumnya Edy Ginting (kanan), menunjukkan dokumen kepemilikan lahan, saat konferensi pers di Hotel Net & Day, Minggu (15/12/2019)-f/masrun-hariankepri.com

BATAM (HAKA) – Direktur PT Cahaya Maritim Indonesia (CMI), Jasin Widjaja melaporkan sekelompok preman ke Polresta Barelang, pada 30 Oktober 2019 lalu.

Loading...

Pasalnya menurut Jasin, tindakan sekelompok orang tak dikenal itu, telah mengganggu keamanan, serta menduduki kawasan PT CMI, di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepri.

“Mulai September 2019 sampai sekarang, para preman masuk dan mengusir keluar security yang berjaga-jaga di lokasi perusahaan kami,” tegas Jasin bersama kuasa hukumnya, Edy Ginting saat konferensi pers di Hotel Net & Day, Kota Tanjungpinang, Minggu (15/12/2019).

Melalui kesempatan ini, Jasin meminta pihak kepolisian untuk memproses hukum sekelompok orang tersebut. Sebab kata Jasin, lahan yang ditempatinya itu telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Saya harapkan, jangan ada lagi orang-orang yang mengaku, bahwa lahan serta bangunan itu adalah miliknya,” terang Jasin.

Ia menceritakan, sebelumnya 2 bidang lahan dengan total luas 77.200 meter persegi atau 7,7 hektar, ditambah 22 item benda bergerak seperti mesin hingga kendaraan adalah, milik PT Sintia Industri Shipyard.

Namun PT Sintia tersebut dilikuidasi. Artinya, seluruh aset perusahaan dijual melalui likiuidator-nya atas putusan Pengadilan Negeri Batam no 529 pada tahun 2013, dan putusan Mahkamah Agung pada tahun 2014 lalu.

Sehingga pihaknya membeli seluruh aset PT Sintia itu dari likiuidator-nya dengan akta jual beli nomor 11 pada 12 April 2015 lalu. Dengan akta notaris Aryanto Lie SH, selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) no 17896 dan no 34259 tanggal 17 April 2015.

Hal itu berdasarkan izin peralihan hak oleh BP Batam nomor: 3115/FBAP/PL/03/2015, tanggal 4 Maret 2015.

“Sejak itulah, PT CMI telah membayar pajak Bangunan (BPHTB) setiap tahun,” tutupnya.(rul)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan