40 Jam Hilang, Nelayan Kepri Ditemukan Terapung di Pulau Hantu

example banner

Share this:

Jenazah Kago tiba di rumah, setelah ditemukan terapung oleh Tim SAR di perairan Pulau Hantu, Desa Air Glubi, Bintan Pesisir, Bintan, Minggu (19/1/2020) sore-f/istimewa-humas kansar tanjungpinang.

BINTAN (HAKA) – Pria bernama Kago usia 50 tahun, ditemukan terapung dalam kondisi meninggal dunia, oleh Tim SAR di perairan Pulau Hantu, Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepri pada Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 15.50 WIB.

Loading...

“Tim Rescue Kansar, menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian,” tegas Kasi Ops dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Eko Suprianto.

Ia menjelaskan, saat ditemukan, korban tengah berpakaian celana pendek warna hijau, dengan baju kemeja hitam motif putih.

Lalu anggota SAR Kapal RIB 01 Tanjungpinang, memasukan Kago ke dalam kantong mayat, untuk dibawa ke keluarganya, di Desa Air Glubi.

“Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka di Desa Air Glubi,” terangnya.

Saat Tim Gabungan membawa korban di desa itu, tampak sanak keluarga serta warga menyambutnya di dermaga pelabuhan Desa Air Glubi.

Saat melihat korban terbalut dalam kantong mayat, sebagian warga kampung desa terdengar isak tangis iringi jenazah menuju rumah duka.

Pencarian korban kata Eko, melibatkan unsur Basarnas Tanjungpinang, Polair Polres Bintan, serta warga setempat.

“Dengan ditemukannya korban, Ops SAR dinyatakan ditutup,” tutur Eko.

Eko menceritakan peristiwa hilanganya korban, pada Jumat (17/1/2020) sekitar 19.00 WIB. Saat itu, almarhum tengah mencari umpan untuk mancing.

Pada pukul 04.25 WIB, Sabtu (18/1/2020), pompong Kago ditemukan terhanyut belasan kilometer, tepatnya Tanjung Singkuang, Desa Air Glubi.

“Siangnya SAR ke lokasi untuk cari korban, atas nformasi dari Bapak Yanto selaku Kepala Desa Air Glubi,” tutup Eko.(rul)

example banner
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan